Josep Guardiola Kecam Suporter yang Cemooh Jeda Buka Puasa di Laga Man City

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Manchester City, Josep Guardiola melayangkan kritik tajam terhadap sekelompok suporter yang menyoraki keputusan penghentian sementara pertandingan melawan Leeds United. Kejadian tersebut berlangsung di Elland Road.

Insiden itu terjadi pada menit ke-13 saat City meraih kemenangan 1-0 di markas Leeds. Wasit menghentikan laga sejenak guna memberi waktu bagi pemain Muslim untuk membatalkan puasa Ramadan setelah matahari terbenam.

Saat para pemain bergerak ke tepi lapangan untuk minum dan mengonsumsi asupan ringan, terdengar suara cemoohan dari sebagian pendukung tuan rumah.

Pihak stadion sebenarnya sudah menampilkan penjelasan di layar besar bahwa laga dihentikan untuk memberi waktu berbuka bagi pemain yang berpuasa di bulan Ramadan.

Penghentian ini bukanlah keputusan mendadak. Protokol resmi Premier League telah menyepakati bahwa kedua kapten tim setuju terkait jeda tersebut sebelum pertandingan dimulai.

Kekecewaan Guardiola

Guardiola tidak dapat menutupi kekecewaannya terhadap kejadian tersebut.

"Ini dunia modern, bukan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini," ujar Guardiola seusai pertandingan. Ia menekankan bahwa poin utamanya adalah pentingnya menghormati agama serta keberagaman.

Ia menegaskan bahwa liga sudah mengalokasikan waktu satu hingga dua menit bagi pemain untuk membatalkan puasa. Menurutnya, tidak ada alasan logis untuk mempermasalahkan pemberian waktu tersebut.

Guardiola turut menyebut dua pemainnya, Rayan Cherki dan Rayan Ait-Nouri, yang belum makan sepanjang hari. "Kami hanya mengambil sedikit vitamin, tidak lebih dari itu," tegasnya dengan mempertanyakan mengapa hal tersebut menjadi masalah.

Protokol Resmi Sejak 2021

View this post on Instagram

A post shared by Vidio Sports | 𝙃𝙤𝙢𝙚 𝙤𝙛 𝙎𝙥𝙤𝙧𝙩𝙨 (@vidiosports)

Organisasi anti-diskriminasi sepak bola Inggris, Kick It Out, turut memberikan tanggapan. Mereka menyayangkan reaksi sebagian suporter yang mencemooh momen berbuka puasa di tengah pertandingan.

Kick It Out menegaskan bahwa jeda pertandingan bagi pemain Muslim telah menjadi protokol resmi sejak 2021. Kebijakan ini dianggap krusial demi menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih inklusif bagi komunitas Muslim.

"Reaksi malam ini menunjukkan b

ahwa sepak bola masih membutuhkan perjalanan panjang terkait edukasi dan penerimaan," bunyi pernyataan resmi organisasi tersebut.

Leeds vs Manchester City: Jeda Buka Puasa Sempat Disoraki Suporter di Elland Road

Read Entire Article
Bisnis | Football |