Joan Laporta Buka Suara! Sebut Xavi Hernandez Jadi Boneka Politik Victor Font di Barcelona

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Barcelona, Joan Laporta, memberikan balasan tajam terhadap kritik yang dilontarkan oleh legenda klub, Xavi Hernandez. Laporta menuding bahwa Xavi telah dimanfaatkan sebagai alat politik oleh rivalnya, Victor Font, menjelang pemilihan presiden klub.

Perseteruan ini memuncak setelah Xavi mengungkap berbagai masalah internal klub dalam sebuah wawancara sensasional pada akhir pekan lalu. Ia menuduh bahwa keputusan pemecatannya pada musim panas 2024 silam dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu di balik layar.

Situasi tersebut langsung memanaskan debat pemilihan presiden, di mana posisi Laporta saat ini menjadi kandidat yang paling kuat. Ia menilai tuduhan yang dilontarkan Xavi sengaja disebarluaskan untuk merusak citra dirinya di mata para pendukung setianya.

Kini, kedua belah pihak saling melempar argumen pedas yang membuat suasana di lingkungan Camp Nou menjadi semakin tegang. Publik Barcelona pun terbelah dalam menanggapi drama antara sang presiden dan ikon klub tersebut dengan berbagai perspektif berbeda.

Alasan Di Balik Pemecatan Xavi

Laporta menegaskan bahwa keputusan untuk mendepak Xavi murni didasari oleh penurunan performa tim yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Ia menganggap langkah sulit tersebut harus diambil demi menyelamatkan masa depan tim raksasa Catalan tersebut.

Kehadiran Hansi Flick sebagai suksesor dipandang sebagai bukti bahwa keputusan manajemen untuk melakukan pergantian pelatih adalah langkah tepat. Laporta mencatat adanya perubahan mentalitas yang sangat signifikan di dalam skuad sejak transisi kepemimpinan tersebut.

"Hal itu terasa menyakitkan bagi saya. Saat saya melihat pernyataan ini, saya secara otomatis langsung teringat pada sosok Flick," ungkap Joan Laporta.

"Bersama Xavi, saya merasa kita akan terus menelan kekalahan jika dia bertahan. Pemain yang sama yang kalah bersama Xavi, kini mampu menang bersama Flick," tambahnya lagi.

Tudingan Boneka Politik Victor Font

Menyinggung dugaan adanya pihak luar yang mengendalikan klub dari belakang, Laporta memberikan bantahan yang sangat keras. Ia justru berbalik menuding bahwa Xavi sebenarnya sedang dikendalikan oleh lawan politiknya dalam bursa pemilihan.

Laporta meyakini bahwa Victor Font adalah sosok utama yang menarik benang di balik pernyataan-pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh Xavi. Upaya ini dinilai sebagai cara kotor yang sengaja dilakukan untuk merusak integritas proses pemilihan presiden klub.

"Xavi ingin menciptakan kekacauan, tetapi di belakangnya ada orang yang menarik benang, dan saya memahami sosok itu adalah Victor Font," tegas Laporta. "Dia mencoba untuk mengotori proses elektoral ini dengan cara-cara yang sama sekali tidak saya sukai," imbuhnya dengan nada bicara yang tegas.

Read Entire Article
Bisnis | Football |