Jepang vs Swedia: Keputusan Berani Graham Potter Berbuah Hasil

10 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Graham Potter berhasil membawa Swedia melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Hasil itu dipastikan setelah Swedia bermain imbang 1-1 melawan Jepang pada laga terakhir Grup F, Jumat (26/6/2026).

Anthony Elanga menjadi penyelamat Swedia lewat gol penyeimbang setelah timnya lebih dulu tertinggal. Hasil tersebut membuat Swedia finis di posisi ketiga dengan koleksi empat poin.

Potter melakukan sejumlah perubahan berani dalam susunan pemain. Jacob Widell Zetterstrom dipercaya sebagai penjaga gawang utama, sementara Victor Lindelof dimainkan lebih maju di lini tengah.

Keputusan tersebut sempat mengundang perhatian sebelum pertandingan. Namun, strategi Potter terbukti mampu membantu Swedia mengamankan tiket ke fase gugur.

Potter Yakin dengan Keputusan yang Diambil

Potter mengaku memahami setiap keputusan yang diambil pelatih akan selalu mendapat sorotan. Namun, ia memilih tetap berpegang pada keyakinannya dalam menentukan susunan pemain.

Menurut Potter, seluruh pemain ikut berperan dalam organisasi permainan sehingga perubahan yang dilakukan tidak terlalu berdampak besar. Dukungan dari dalam dan luar tim juga menjadi modal penting.

"Anda membuat perubahan lalu kami kalah, maka kalian para jurnalis akan mengejar saya. Begitulah hidup. Namun, saya sudah cukup lama berada di dunia ini dan Anda harus melakukan apa yang menurut Anda benar. Saya siap menanggung segala risikonya," ujar Potter.

"Semua pemain terlibat dalam organisasi tim sehingga bagi saya perubahan itu tidak terasa terlalu besar. Jika para pemain mendukung Anda dan ada dukungan dari luar tim, maka Anda memiliki peluang untuk berhasil," kata Potter.

Fokus Memulihkan Kondisi Sebelum Babak Gugur

Potter belum ingin memikirkan calon lawan Swedia di babak 32 besar. Ia memilih memusatkan perhatian pada pemulihan kondisi para pemain sebelum memasuki fase gugur.

Menurutnya, siapa pun lawan yang akan dihadapi nanti pasti merupakan tim berkualitas. Karena itu, Swedia harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar siap bersaing.

"Kami hanya senang bisa berada di babak ini. Siapa pun lawan yang akan kami hadapi nanti, kami tahu itu adalah tim yang sangat kuat sehingga kami harus benar-benar siap," ujar Potter.

"Situasinya memang rumit karena kami belum mengetahui siapa lawannya. Yang paling penting sekarang adalah memulihkan kondisi pemain dan memastikan kami berada dalam kondisi fisik terbaik. Jika sejak awal ada yang mengatakan tantangan kami adalah mencapai tahap ini, saya pasti langsung menerimanya dan sekarang kami sangat menantikannya," pungkas Potter.

Persaingan Panas di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Reaksi Marc Marquez Sambut Pedro Acosta sebagai Rekan Setim di Ducati 2027

Read Entire Article
Bisnis | Football |