Irwan Hidayat Resmi Pimpin Sido Muncul Lagi, Fokus Regenerasi dan Perkuat Pasar Domestik & Ekspor

13 hours ago 6

Liputan6.com, Semarang - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menetapkan Dr. (H.C.) Irwan Hidayat sebagai Direktur Utama atau Chief Executive Officer (CEO) efektif per 9 April 2026. Penunjukan ini menegaskan arah baru kepemimpinan emiten berkode saham SIDO sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan transisi bisnis kepada generasi penerus. 

Irwan merupakan sosok penting dalam perjalanan panjang Sido Muncul yang kini memasuki usia 75 tahun. Bersama keempat saudaranya, ia mengawal transformasi perusahaan dari industri jamu tradisional menjadi brand lokal berdaya saing global. Sido Muncul tak hanya berkembang sebagai bisnis keluarga, tetapi juga menjelma menjadi salah satu kekuatan industri herbal nasional yang menembus pasar internasional. 

Dalam RUPS 2026 Sido Muncul, Irwan menggantikan David Hidayat yang menjabat sejak 17 Mei 2018 hingga 9 April 2026. Selanjutnya, David akan melanjutkan perannya sebagai Direktur bersama Maria Reviani Hidayat, Budiyanto, dan Darmadji Sidik. Pergantian ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan yang telah terbangun, sebelumnya Irwan sempat menjabat posisi yang sama pada periode 2013–2016, dilanjutkan oleh Jonatha Sofjan Hidajat pada periode 2016-2018 dan kemudian David Hidayat. 

Usai RUPST 2026, Irwan Hidayat menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Sido Muncul tetap mengedepankan optimisme dan strategi jangka panjang, baik melalui penguatan pasar domestik maupun ekspansi internasional.

Regenerasi Disiapkan, Estafet ke Generasi Keempat

Irwan mengungkapkan, pergantian CEO merupakan bagian dari proses regenerasi yang telah dirancang secara kolektif. Kepemimpinan ke depan akan dijalankan bersama tim sebelum diserahkan kepada generasi berikutnya.

“Saya sebagai CEO akan kerja bareng (direksi), tidak sendiri. Kita siapkan juga generasi berikutnya. Jumlahnya ada 13 orang yang akan kita siapkan bersama-sama agar kedepan bisa lebih meningkat," kata Irwan kepada awak media.

Untuk mendukung proses tersebut, Sido Muncul menyiapkan lima pilar strategi utama yang mencakup transparansi, efisiensi, hingga edukasi pasar. Irwan menekankan pentingnya membangun sistem berbasis aturan internal yang kuat guna mencegah konflik di masa depan.

Selain itu, perusahaan juga melakukan pembenahan melalui inventory adjustment dan efisiensi pengadaan barang berbasis digital lewat sistem Sido Monitoring Real Time (SMART),guna menjaga arus kas sekaligus menekan potensi penumpukan stok di pasar.

“Kita mau melakukan hal-hal supaya cara kerjanya efisien,” ujarnya.

Ia mengakui adanya tekanan biaya di berbagai sektor, namun memilih tetap optimistis menghadapi situasi tersebut.

"Yang penting itu saya optimis, serius melakukan kerjanya yang efisien,” tambahnya.

Dorong Pasar Food Supplement dan Ekspansi Global

Irwan melihat peluang besar di pasar domestik, khususnya untuk produk suplemen kesehatan yang dinilai masih belum tergarap optimal.

“Pasar domestik ini kan juga masih belum apa-apa. Contohnya food supplement, masih kecil sekali. Jadi kita punya kesempatan memperluas pasar dalam negeri dan pasar ekspor,” ungkap dia.

Ia mencontohkan, produk andalan seperti Tolak Angin telah memiliki pangsa pasar kuat. “Kalau Tolak Angin kita memang 72 persen. Tapi food supplement masih kecil,” tambahnya.

Untuk memperluas pasar, Sido Muncul juga berencana melakukan ekspansi internasional, termasuk membuka kantor pemasaran di luar negeri.

“Kemarin rencananya membuka kantor di Arab Saudi, tapi kondisi sekarang lagi konflik. Jadi lagi nyari di negara lain? Kantor marketing, bukan pabrik,” jelasnya.

Optimistis Hadapi Tantangan Global, Andalkan Pengalaman

Di tengah tekanan global yang berdampak pada kenaikan biaya produksi, Irwan menegaskan perusahaan tetap berupaya menjaga kinerja.

“Kita akan berusaha supaya profit-nya tetap, sales-nya minimal tetap juga," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga optimisme dalam menjalankan bisnis, terlepas dari berbagai tantangan yang ada.

“Yang penting buat kami ini optimis. Tidak boleh pesimis. Soal nanti hasilnya, ya nanti kita lihat. Yang penting prosesnya benar dulu,” tegasnya.

Menurut Irwan, industri jamu memiliki daya tahan tersendiri, bahkan saat kondisi ekonomi sulit. “Perusahaan ini punya pengalaman panjang, pada saat kondisi susah, malah banyak cari Tolak angin. Itu kenyataan,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Menabung Saham

Dalam RUPS kali ini, Irwan juga menggaungkan kampanye "Ayo Menabung Saham" sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kalau masyarakat menabungnya bukan dalam bentuk uang di lemari, tapi di saham, itu bisa dapat dua hal. Pertama, membantu usaha. Kedua, dapat nilai perusahaan (dividen),” jelasnya.

Ia menilai literasi keuangan perlu didorong melalui contoh nyata, termasuk dari internal perusahaan.

“Kalau cuma ngomong ‘ayo beli’, ya nggak cukup. Saya beli, karyawan beli. Itu cara meningkatkan literasi. Jangan lihat dari jumlahnya, tapi dari berapa banyak orang yang ikut. Kalau banyak yang ikut, itu akan menumbuhkan kesadaran,” pungkasnya.

Karyawan Antusias Jadi Investor

Antusiasme menabung saham juga datang dari karyawan Sido Muncul. Salah satunya Ardi Prasetyo yang telah bekerja selama 10 tahun.

“Tertarik menabung saham untuk investasi. Yang pertama kita ikut menyukseskan kampanye menabung saham, jadi karyawan juga berpartisipasi,” ujarnya.

Ia mengaku telah membeli 50 lot saham dan mulai merasakan manfaat dividen. "Saya sudah beli 50 lot. Satu lot itu 100 lembar, dan rata-rata teman-teman juga segitu, bahkan ada yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, karyawan lainnya, Uni Farida, telah lebih lama berinvestasi sejak 13 tahun lalu.

“Awalnya itu perusahaan memberi penghargaan untuk karyawan 15 tahun, saya dikasih 5 lot atau 500 lembar. Dari situ saya nambah lagi,” tuturnya.

Ia memilih untuk tidak menjual sahamnya dan menikmati hasil investasi jangka panjang.

“Nggak pernah saya jual, saya diemin aja. Dividennya naik terus," jelasnya.

Bagi Uni, investasi saham menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk masa pensiun.

Antusiasme karyawan ini menjadi gambaran bahwa literasi dan partisipasi investasi saham di kalangan pekerja semakin meningkat, seiring dorongan perusahaan dalam mengedukasi pentingnya menabung saham sejak dini.

Susunan Direksi dan Komisaris Sido Muncul

Berikut susunan anggota Direksi Perseroan sejak ditutupnya RUPST 2026 Sido Muncul pada  Kamis 9 April 2026:

Direktur Utama: Irwan Hidayat

Direktur: David Hidayat

Direktur: Maria Reviani Hidayat

Direktur: Budiyanto

Direktur: Darmadji Sidik

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris Perseroan tidak mengalami perubahan dan tetap seperti sebelumnya, yakni:

Komisaris Utama: Jonatha Sofjan Hidajat

Komisaris: Johan Hidayat

Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso

Komisaris: Venancia Sri Indrijati Wijono

Komisaris Independen: Lindawati Gani

Komisaris Independen: Muhammad Adib Khumaidi

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026, Sido Muncul turut mengumumkan dividen final sebesar Rp441,5 miliar atau Rp15 per saham untuk tahun buku 2025. Jika ditambah dividen interim Rp647,6 miliar yang telah dibagikan pada November 2025, total dividen mencapai Rp1,1 triliun atau setara 90% dari laba bersih.

Sepanjang 2025, SIDO mencatatkan penjualan Rp4,08 triliun, tumbuh 4% secara tahunan, dengan laba bersih Rp1,23 triliun. Kinerja ini diraih di tengah konsumsi yang masih selektif, fluktuasi nilai tukar, dan dinamika harga bahan baku. Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas dengan marjin operasi 38% dan marjin bersih 30%.

Dari sisi ekspor, Sido Muncul mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 31% dengan kontribusi 9% terhadap total penjualan. Kinerja ini didorong pasar utama seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina, mencerminkan meningkatnya relevansi produk herbal di negara berkembang dengan kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia.

(*)

Read Entire Article
Bisnis | Football |