Inilah Rahasia Arsenal Sukses Lolos ke Final Carabao Cup

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal memastikan langkah ke final Carabao Cup 2025/2026 setelah menyingkirkan sesama tim London, Chelsea dengan agregat 4-2 pada babak semifinal.

Kemenangan itu terasa semakin spesial karena menandai final pertama The Gunners dalam hampir enam tahun terakhir. Di balik sukses tersebut, Declan Rice mengungkap peran besar Mikel Arteta yang disebutnya sebagai sosok dengan kontrol penuh atas klub.

Gol penentu Kai Havertz di menit-menit akhir leg kedua di Emirates Stadium menjadi pembeda dalam duel ketat sesama tim London. Arsenal sebelumnya sudah berada di posisi menguntungkan usai menang 3-2 di leg pertama di Stamford Bridge.

Dengan modal itu, pasukan Arteta tampil lebih berhati-hati di laga penentuan, fokus menjaga keseimbangan permainan dan mempertahankan keunggulan agregat.

Pertahanan Solid Arsenal

Chelsea sendiri memilih pendekatan konservatif meski tertinggal. Dengan formasi lima bek yang diterapkan Liam Rosenior, The Blues sukses menahan gempuran Arsenal cukup lama.

Namun, ketika Chelsea mulai mengambil risiko dengan mendorong banyak pemain ke depan di fase akhir laga, pertahanan solid Arsenal tetap sulit ditembus.

Kekuatan lini belakang inilah yang menjadi salah satu ciri khas Arsenal di era Arteta. Dalam beberapa musim terakhir, pelatih asal Spanyol itu perlahan membangun struktur defensif yang disiplin dan terorganisasi, membuat The Gunners tampil lebih matang di laga-laga besar.

Pujian Rice untuk Arteta

Declan Rice tak ragu memberikan pujian terbuka kepada sang manajer. Dalam wawancaranya dengan CBS Sports, gelandang timnas Inggris itu menyebut Arteta sebagai figur sentral di klub.

“Manajer kami mengontrol segalanya, dari atas sampai bawah klub. Semua orang mendengarkan dia dan kami percaya penuh pada pekerjaannya,” ujar Rice. Ia juga menyoroti kehadiran staf baru di sektor pertahanan. “Gabi Heinze datang sebagai pelatih bertahan dan dia luar biasa.”

Ric

e mengakui jadwal padat membuat para pemain kelelahan, terlebih menghadapi Chelsea yang memiliki banyak pemain berkualitas. Namun, ia menilai semua kerja keras Arsenal dalam beberapa tahun terakhir kini mulai terbayar.

“Jadwalnya gila dan melawan Chelsea selalu menguras tenaga. Kredit untuk mereka, hasilnya bisa saja berbeda. Tapi semua yang kami bangun selama beberapa tahun terakhir terasa menyatu musim ini. Kami ke final untuk pertama kalinya dalam waktu lama, jadi kami harus menikmati momen ini,” katanya.

Meski euforia masih terasa, Arsenal tak punya banyak waktu untuk larut dalam perayaan. Fokus segera beralih ke Liga Inggris, dengan Sunderland menanti di Emirates Stadium akhir pekan ini. Setelah itu, The Gunners dijadwalkan bertandang ke markas Brentford pada Kamis berikutnya, sebelum menjamu Wigan Athletic di ajang Piala FA. Padatnya kalender juga dipengaruhi keberhasilan Arsenal melaju ke final Carabao Cup. Laga Liga Inggris melawan Wolves yang semula dijadwalkan pada Maret harus dimajukan karena Arsenal akan tampil di Wembley pada akhir pekan tersebut. Dampaknya, waktu persiapan menuju Derby London Utara melawan Tottenham menjadi lebih singkat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |