Hasil Proliga 2026: Jakarta Bhayangkara Presisi Gasak Jakarta Garuda Jaya

10 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta Bhayangkara Presisi meraih kemenangan kedua pada putaran pertama final four Proliga 2026. Kemenangan itu didapat setelah menggasak Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-18, 25-14, 25-17) di Jawa Pos Arena Surabaya, Sabtu (4/4).

Kamis (2/4) lalu, Bhayangkara Presisi mengalahkan Surabaya Samator juga dengan 3-0 (26-24, 25-16, 25-16). Dengan dua kemenangan, tim milik Polri ini tinggal selangkah lagi juara putaran pertama final four Proliga 2026.

Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengungkapkan laga hari ini bagian dari penataan komposisi untuk pertandingan berikutnya melawan Jakarta LavAni Livin Transmedia. "Terus terang hari ini kami mencoba komposisi pemain untuk pertandingan final four selanjutnya," katanya.

Kapten tim Bhayangkara Presisi Nizar Zulfikar mengatakan permainan timnya cukup baik. "Karena, kebetulan tim pelatih meminta kami untuk bermain lepas," ucapnya.

Sementara itu, pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto mengaku taktik skuadnya tidak berjalan seperti yang direncanakan,. "Termasuk receive kami tidak berjalan baik. Karena, servis dari lawan benar-benar merusak permainan anak-anak," ujar Nur.

Dia juga menyoroti kekompakan pemainnya sedikit kurang, "Karena, tosser juga belum bisa sepenuhnya memahami kemauan anak-anak," tukas Nur.

Kapten tim Garuda Jaya Dawuda Alaihimassalam menambahkan, "Kami memang kalah hari ini. Tetapi, dari segi permainan sebenarnya kami ada peningkatan."

Dawuda pun tetap optimis menatap pertandingan berikutnya. 

Jalannya Pertandingan

​​Jakarta Bhayangkara Presisi langsung menurunkan kekuatan penuh sejak set pertama. Nizar Zulfikar, Agil Angga Anggara, Raden Ahmad Gumilar, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat langsung menggebrak.

​Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang mengandalkan Fauzan Nibras, Dawuda, Haikal, Bagas, dan Movsar Bataev sempat memberikan perlawanan sengit. Aksi saling kejar poin pun terjadi hingga pertengahan set.

Namun, kematangan Nizar dalam mengatur ritme membuat Bhayangkara Presisi lepas dari tekanan dan unggul 22-17. Pertahanan rapat yang digalang skuad Polri ini membuat serangan Dawuda dan kolega buntu sehingga set pertama ditutup dengan skor 25-18.​​

Memas

uki set kedua, Garuda Jaya seolah kehilangan arah. Sehingga Bhayangkara Presisi bisa unggul cepat 4-0. Pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto mengambil time out untuk memutus momentum lawan. Namun, upaya tersebut sia-sia.

​Bhayangkara Presisi terus membombardir pertahanan Garuda Jaya dan unggul 8-0. Dominasi terus berlanjut hingga skor 16-6. Hingga akhirnya spike-spike keras dari pemain Bhayangkara Presisi menutup set ini dengan 25-14. ​​Meski sudah memimpin 2-0, pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran tidak mengendurkan intensitas. Walau mulai merotasi pemainnya dengan memainkan Hernanda Zulfi, ketajaman serangan Bhayangkara Presisi tidak berkurang sedikit pun. ​Laga sempat berlangsung alot di awal set ketiga dengan skor kembar 5-5 hingga 10-10. Tetapi memasuki pertengahan set, Bhayangkara Presisi menjauh 17-13. Kombinasi serangan dari Gumilar, Agil Angga, dan Martin Atanasov berkali-kali menembus blok Garuda Jaya. Set ketiga pun resmi menjadi milik Bhayangkara Presisi dengan skor 25-17.

Read Entire Article
Bisnis | Football |