Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp 54.350 per Kg

18 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti komoditas cabai rawit merah tembus Rp 54.350 per kilogram (kg) pada Rabu, (29/7/2026). Selain itu, harga telur alami kenaikan menjadi Rp 29.600 per kg dari perdagangan kemarin di Rp 28.800 per kg.

Demikian ditunjukkan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional dikutip dari Antara pada Rabu pekan ini.

Selain itu, PIHPS menunjukkan harga cabai merah besar tembus Rp 49.100 per kg, cabai merah keriting mencapai Rp 48.150 per kg, dan cabai rawit hijau tembus Rp 51.950 per kg.

Lalu harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya yaitu bawang merah dipatok Rp 40.800 per kg dan bawang putih Rp 42.250 per kg.

Selanjutnya,  beras kualitas bawah I di harga Rp 14.800 per kg, beras kualitas bawah II Rp 14.550 per kg. Sedangkan, beras kualitas medium I Rp 16.400 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp 16.200 per kg.

Kemudian beras kualitas super I di harga Rp 17.700 per kg, dan beras kualitas super II Rp 17.150 per kg.

Lalu daging ayam ras segar Rp 39.650 per kg, daging sapi kualitas I Rp 151.100 per kg, dan daging sapi kualitas II di harga Rp 142.100 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp 20.300 per kg, dan gula pasir lokal Rp 19.100 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp 20.500 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp 24.300 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 23.450 per liter.

Purbaya: Inflasi Juni 2026 Dipicu Harga BBM dan Pangan

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan tekanan inflasi Indonesia Juni 2026 akan mulai mereda dalam beberapa bulan ke depan.

Optimisme tersebut didasarkan pada kenaikan harga yang saat ini lebih banyak dipicu oleh komoditas yang bersifat fluktuatif, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah bahan pangan, bukan karena lonjakan permintaan masyarakat.

Menurut Purbaya, harga komoditas yang bersifat musiman pada akhirnya akan kembali normal. Apalagi, harga minyak dunia saat ini mulai mengalami penurunan yang diperkirakan akan diikuti oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

"Tapi sama ada cabai, dan lain-lain gitu kan, barang-barang itu. Itu (komoditas) musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang," kata Purbaya dikutip Kamis (2/7/2026).

Ia juga menegaskan, kondisi inflasi saat ini belum mencerminkan adanya permintaan masyarakat yang terlalu tinggi. Hal itu terlihat dari inflasi inti (core inflation) yang masih berada pada level relatif stabil.

"Basically gitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali," ujarnya. 

Kenaikan Harga Hanya Sementara

Purbaya menilai, stabilnya inflasi inti menjadi sinyal bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara dan tidak berasal dari sisi permintaan.

"Jadi itu karena harga yang fluktuatif saja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan, karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat," kata Purbaya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan tingkat inflasi 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

Kenaikan harga bensin menjadi kontributor utama kelompok tersebut dengan andil 0,21 persen, disusul tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen dan pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |