Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah naik pada Senin setelah Arab Saudi menutup pipa strategis yang menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz. Gangguan ini berpotensi membatasi pasokan global ketika kondisi pasar minyak sudah ketat.
Mengutip CNBC, Selasa (15/9/2026), harga Harga minyak Brent, yang menjadi patokan internasional, naik 1% dan ditutup di US$ 105,68 per barel, setelah sempat mendekati US$ 110 pada awal perdagangan. Sementara itu, minyak mentah AS naik 1,3% menjadi US$ 101,39 per barel setelah sebelumnya hampir menyentuh US$ 105.
Harga minyak telah melonjak sekitar 9% sepanjang pekan lalu seiring meningkatnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran.
Serangan drone dari Irak pada Kamis merusak pipa East-West milik Arab Saudi. Insiden tersebut membuat pemerintah Arab Saudi menutup jalur penting pengiriman minyak mentah itu.
Riyadh belum mengungkap tingkat kerusakan pipa maupun berapa lama penutupan akan berlangsung.
Risiko Gangguan Pasokan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348309/original/050317300_1789431797-AP26256645705597.jpg)
Perbesar
Analis pasar minyak Rystad Energy, Janiv Shah, mengatakan reaksi harga yang relatif terbatas menunjukkan pasar masih memperkirakan persediaan minyak Arab Saudi mampu menopang ekspor dalam jangka pendek.
“Reaksi harga yang relatif terbatas menunjukkan pasar masih memperkirakan persediaan Arab Saudi dapat menopang ekspor dalam waktu dekat. Namun, jika gangguan berlangsung lebih lama dari cadangan persediaan selama lima hingga tujuh hari, kondisi tersebut dapat berubah dengan cepat,” kata Shah dalam catatan pada Senin.
Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, mengatakan salah satu stasiun pompa kemungkinan mengalami kerusakan serius.
Menurut dia, Arab Saudi masih dapat melewati stasiun pompa tersebut dan mengoperasikan kembali pipa dengan volume produksi lebih rendah. Kondisi ini menjadi salah satu alasan harga minyak belum melonjak lebih tinggi.
“Semakin lama penutupan berlangsung, semakin tinggi harga minyak. Berdasarkan foto-foto yang beredar secara daring, perbaikannya akan memakan waktu berbulan-bulan,” kata Lipow.
Penutupan pipa tersebut menjadi perhatian karena jalur ini memiliki kapasitas besar dan berperan penting dalam menjaga aliran minyak Arab Saudi.
Pertemuan Hormuz Ditunda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
Perbesar
Pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Arab di kawasan Teluk untuk membahas situasi di Selat Hormuz yang semula dijadwalkan berlangsung Senin di Oman mendadak ditunda setelah serangan terhadap pipa minyak Arab Saudi.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan penundaan dilakukan untuk menjaga kesepakatan bersama.
“Demi mencapai konsensus, pertemuan regional yang dijadwalkan besok di Salalah telah ditunda,” kata Albusaidi dalam unggahan di media sosial, Minggu.
“Kami tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan kami,” lanjutnya.
Situasi keamanan di Selat Hormuz juga masih rawan. Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations Centre, kapal tanker lainnya diserang pada Minggu dan mengalami kebakaran hebat.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut dapat memberikan tekanan besar terhadap pasokan energi global.
Di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat, pipa East-West Arab Saudi menjadi semakin penting karena memungkinkan minyak dialihkan ke jalur ekspor di Laut Merah.
Ancaman Houthi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348310/original/011664400_1789431838-AP26250534368619.jpg)
Perbesar
Pipa Arab Saudi memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari. Jalur ini membentang dari timur ke barat kerajaan, menghubungkan wilayah penghasil minyak di dekat Teluk Persia dengan terminal ekspor di pesisir Laut Merah.
CEO Saudi Aramco Amin Nasser sebelumnya mengatakan pipa tersebut berperan lebih besar dalam menstabilkan pasar minyak dibandingkan pelepasan cadangan strategis dalam jumlah besar yang dipimpin Amerika Serikat.
Analis Kpler Matt Smith memperkirakan pasar minyak dapat kehilangan 120 juta barel jika pipa ditutup selama sebulan dan persediaan di pelabuhan Yanbu terus digunakan.
“Kehilangan 120 juta barel ekspor selama sebulan ke depan akan sangat mendukung kenaikan harga, terutama karena kita berada pada kondisi ketika pasar global sudah kekurangan barel,” kata Smith.
Di sisi lain, serangan kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran terhadap Arab Saudi juga meningkat. Kelompok Houthi di Yaman menyerang fasilitas energi dan aset sipil di kerajaan tersebut, menyebabkan lebih dari 70 orang terluka.
Houthi juga dilaporkan menguasai Pulau Perim yang strategis di Selat Bab el-Mandeb. Kondisi ini berpotensi mengganggu arus minyak melalui jalur alternatif penting bagi ekspor minyak Arab Saudi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348489/original/021377600_1789446820-Cover-sp_2818726_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9348141/original/054942700_1789384003-0L5A8200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348309/original/050317300_1789431797-AP26256645705597.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348190/original/057219700_1789387780-Main.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4251754/original/007432400_1670330354-IMG-20221206-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299141/original/036414800_1753783117-IMG-20250729-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9348143/original/026185400_1789384005-SKW_0753.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193420/original/052712400_1745223572-20250421-Kartinian_Whosh-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509268/original/035698400_1771672433-CEO_Danantara__Rosan_Roeslani-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500837/original/092246600_1770879290-Wakil_Menteri_Keuangan__Suahasil_Nazara-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347831/original/007942300_1789370207-email-attachment_2026_09_14_ariefhakim-at-klyid_sebulan-uji-coba-etle-hub-deteksi-72-ribu-kendaraan-langgar-aturan-truk-odol_1000441092.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)





























