Harga Minyak Dunia Merosot Tersengat Komentar Trump

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah berfluktuasi tajam dalam perdagangan yang penuh gejolak pada Rabu, (1/4/2026), bahkan sempat turun lebih dari 4%. Koreksi harga minyak ini seiring investor mempertimbangkan kesediaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk keluar dari konflik Iran dalam beberapa minggu, meskipun Selat Hormuz sebagian besar masih tertutup.

Mengutip CNBC, harga minyak West Texas Intermediate (WTI)  untuk pengiriman Mei turun 2,5% menjadi USD 98,83 per barel pada pukul 4.15 pagi ET, sementara harga minyak Brent untuk pengiriman Juni mengurangi kerugian sebelumnya dan merosot 2,1% menjadi USD 101,66 per barel.

Patokan harga minyak global melonjak lebih dari 60% bulan lalu, dalam reli bulanan terkuat sejak 1988. Kontrak Mei naik 5% pada Selasa di USD 118,35 per barel.

Harga minyak anjlok setelah Trump menuturkan pada Selasa malam, kalau ia memprediksi pasukan militer Amerika Serikat akan meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu dan tampaknya menyatakan kemenangan.

“Kami pergi karena tidak ada alasan bagi kami untuk melakukan ini. Kami akan segera pergi,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump juga menolak gagasan harus mencapai kesepakatan negosiasi untuk mengakhiri perang. Ia menuturkan, Iran tidak perlu membuat kesepakatan, itu adalah rezim baru. “Mereka jauh lebih mudah diakses,” kata dia.

Ia juga menegaskan telah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Pada Selasa, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menuturkan, dalam sebuah unggahan di platform X kalau Trump akan menyampaikan pidato nasional untuk memberikan pembaruan penting tenntang Iran pada pukul 9 malam ET, Rabu pekan ini.

Harga Minyak Brent Melonjak 63% di Maret 2026, Terbesar Sejak 1988

Sebelumnya, harga minyak Brent melonjak 63% pada bulan Maret dan mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak tahun 1988 karena perang Iran telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. 

Dikutip dari CNBC, Rabu (1/4/2026), harga minyak Brent yang menjadi acuan global untuk pengiriman Mei naik sekitar 5% pada hari Selasa dan ditutup pada harga USD 118,35 per barel. Namun, harga minyak untuk kontrak Juni turun 3,2%.

 Sedangkan harga minyak mentah AS turun 1,46% menjadi USD 101,38 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 51% sepanjang Maret, menjadi bulan terbaiknya sejak Mei 2020.

Harga minyak mentah AS dan harga Brent Juni turun menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump dan Iran terbuka untuk mengakhiri perang.

“Ini adalah mimpi buruk,” kata Presiden Rapidan Energy Bob McNally.

“Pasar energi telah mengalami mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan ingin percaya bahwa mimpi buruk itu telah berakhir," lanjut dia.

Sentimen Harga Minyak Lainnya

Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa ia bersedia mengakhiri operasi AS terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, demikian kata para pejabat pemerintahan kepada The Wall Street Journal. 

Laporan yang belum dikonfirmasi juga mengindikasikan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait yang berlabuh di luar Dubai. Tidak ada laporan korban luka dan tidak terjadi tumpahan minyak, menurut pernyataan dari Kuwait Petroleum Corporation .

CIO di FedWatch Advisors Ben Emons menyatakan, serangan tersebut mengindikasikan semakin ketatnya cengkeraman Republik Islam di Selat Hormuz, dengan menargetkan kapal tanker tepat di luar jalur air tersebut. Dia menyoroti risiko baru akan gangguan lebih lanjut terhadap aliran energi.

“Hasilnya adalah permainan yang lebih asimetris, dengan AS cenderung untuk menarik diri dan Iran masih termotivasi untuk memberikan kerugian,” kata Emons. 

Ancaman Trump

Sebelumnya, Trump mengancam akan memperluas serangan ke infrastruktur energi sipil Iran, termasuk pabrik desalinasi air, jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dan menyetujui kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

"Kita akan mengakhiri ‘kunjungan’ kita yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya pembangkit listrik, fasilitas minyak, dan mungkin infrastruktur desalinasi," menurut sebuah unggahan di Truth Social .

Trump secara teratur berubah-ubah sikap antara memuji pembicaraan dengan Iran sebagai hal yang produktif dan memperingatkan bahwa ia siap untuk memerintahkan lebih banyak pasukan militer ke wilayah tersebut. 

Read Entire Article
Bisnis | Football |