Liputan6.com, Jakarta - Harga emas kembali merosot pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026 (Selasa waktu Jakarta). Namun, harga emas dunia pulih dengan kuat dari koreksi tajam pada awal sesi perdagangan seiring harapan baru akan de-esklasi konflik Iran membangkitkan semangat investor.
Mengutip CNBC, Selasa (24/3/2026), harga emas di pasar spot turun lebih dari 5% pada Senin pagi menjadi USD 4.262,50 sebelum pulih dan diperdagangkan pada USD 4.431,09.
Pergerakan harga yang fluktuatif ini terjadi setelah pengumuman oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump kalau AS akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran setelah pembicaraan yang baik dan produktif antara kedua negara.
Harga emas berjangka turun 0,7% pada USD 4.574 setelah turun hampir 10%.
Logam mulia kuning ini kehilangan hampir 10% pada pekan lalu dan mencatat kinerja terburuk sejak September 2011. Harga emas spot ini telah merosot sekitar 25% sejak mencapai rekor tertinggi USD 5.594,92 per ounce pada akhir Januari.
Di sisi lain, harga perak spot naik 3,3% menjadi USD 69,97 setelah mencapai titik terendah pada 2026.
Koreksi harga emas yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven pada saat gejolak pasar, sejalan dengan sentimen risk-off yang sedang berlangsung di pasar. Hal ini karena konflik Iran memicu kekhawatiran atas inflasi dan kenaikan harga energi.
Prospek kenaikan suku bunga sebagai akibat dari perang dapat meningkatkan obligasi pemerintah di kalangan investor, dengan mengorbankan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil, kata para ahli strategi pasar kepada CNBC baru-baru ini.
Namun, imbal hasil obligasi pemerintah zona euro sekali lagi bergerak lebih tinggi pada perdagangan awal Senin karena eskalasi konflik terbaru menyisakan sedikit tempat berlindung bagi investor.
Trump Beri Ultimatum
Sebelumnya, setelah Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran yang menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan Iran mengancam pembeli obligasi Treasury AS, Nic Puckrin, salah satu pendiri Coin Bureau, mengatakan ini dapat mengakhiri reli emas jangka panjang tahun lalu.
"Taruhan dalam perang Iran baru saja meningkat dan apa yang kita lihat adalah pelarian terakhir menuju keamanan. Inilah tepatnya bagaimana perdagangan momentum yang ramai berakhir,” kata Puckrin.
"Apa yang kita lihat pada logam mulia menandakan bahwa bank sentral dan negara-negara Teluk memanfaatkan cadangan emas yang telah mereka bangun selama beberapa tahun terakhir. Fokus telah bergeser dari akumulasi ke pelestarian modal. Ini akan secara alami membatasi harga emas,” ia menambahkan.
Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 10% dalam Sepekan, Sentimen Pasar Berbalik Negatif
Sebelumnya, harga emas dunia mengalami tekanan tajam sepanjang pekan lalu, dipicu kombinasi pernyataan pesimistis bank sentral dan eskalasi konflik Iran. Logam mulia tersebut bahkan sempat bertahan di level psikologis USD 5.000 per ons, sebelum akhirnya tergelincir dan menutup pekan kemarin di bawah USD 4.500.
Melansir data Kitco News, Senin (23/3/2026), pada awal pekan lalu, harga emas spot dibuka di kisaran USD 5.023,53 per ons dan relatif stabil hingga pertengahan minggu. Namun, tekanan mulai muncul saat harga menembus support penting di sekitar USD 4.970, yang memicu penurunan cepat hingga menyentuh USD 4.860 hanya dalam waktu dua jam.
Situasi memburuk setelah rilis data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari ekspektasi serta pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, usai keputusan suku bunga. Harga emas kemudian merosot mendekati USD 4.800, sebelum kembali jatuh tajam pada sesi Asia ke level USD 4.538.
Meski sempat rebound ke kisaran USD 4.730, tren pelemahan berlanjut hingga akhir pekan. Emas mencatat level terendah mingguan di USD 4.477,54 dan ditutup lemah di bawah USD 4.500 per ons.
Survei mingguan Kitco menunjukkan perubahan tajam sentimen pasar. Mayoritas analis Wall Street kini pesimistis terhadap prospek jangka pendek emas, sementara investor ritel mulai beralih ke sikap bearish.
Masih Ada Keyakinan
Presiden Asset Strategies International, Rich Checkan, tetap optimistis terhadap pemulihan harga.
“Pasar turun minggu lalu sesuai perkiraan karena rapat FOMC, keputusan suku bunga, dan pernyataan Ketua Powell. Sekarang itu sudah berlalu, dan karena tidak ada perubahan fundamental dalam sebulan terakhir terkait emas dan perak, saatnya mulai naik kembali dari koreksi yang berlebihan ini," kata dia.
Senada, analis senior Barchart.com, Darin Newsom, menilai penurunan tajam tidak mengubah tren jangka panjang.
“Ya, saya tahu pasar emas runtuh minggu lalu. Tetapi mengatakan tren telah berbalik turun berarti menggunakan perspektif jangka pendek untuk masalah jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, inflasi akan meningkat, ketidakpastian geopolitik yang sama akan membawa pembeli kembali ke emas sebagai aset safe haven.
Tekanan Masih Ada
Di sisi lain, Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, memperkirakan tekanan harga masih berlanjut dalam jangka pendek.
“Sentimen telah berubah, dan pasar fokus pada faktor negatif, termasuk bank sentral yang lebih enggan memangkas suku bunga di tengah kenaikan harga minyak,” katanya. Meski demikian, ia menilai kondisi ini hanya sementara.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236694/original/012313000_1748516061-20250529-Harga_Pangan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536311/original/098007000_1774319469-Bandara_Soekarno_Hatta-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4384996/original/071120700_1680741641-IMG-20230405-WA0031.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496905/original/052862100_1770609487-Cokelat_praline_untuk_valentine.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536135/original/097757000_1774251210-Beef_Noodle_Taiwan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2358353/original/014113000_1536843098-20180913-Cokelat-Pipiltin-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532599/original/022364200_1773658824-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525773/original/086870000_1773063273-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532612/original/057259600_1773658983-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536012/original/035458000_1774226328-Perkebunan_teh_di_Alishan_Taiwan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440453/original/006723600_1765434311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536074/original/066444300_1774236679-d5b1e86b-6779-44cc-b72c-36da8873ccf4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3333862/original/088565600_1608969578-20201226-Pasokan-listrik-tahun-baru-2021-aman-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535609/original/068074000_1774066318-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_Maret_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630423/original/031667600_1498032907-20170621-United_Airlines.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425002/original/013314700_1764201159-AP25330803907927.jpg)