FI GP Bahrain dan Arab Saudi Terancam Batal, Kalender 2026 Berpotensi Hanya 22 Balapan

5 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari dunia Formula 1 (F1). Dua seri balapan awal di Timur Tengah, Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi, terancam dibatalkan dari kalender F1 2026. Keputusan ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, bahkan mungkin pada akhir pekan ini, 13-14 Maret 2026.

Ancaman pembatalan ini dipicu oleh eskalasi konflik militer yang memanas di kawasan Timur Tengah. Kondisi geopolitik yang tidak stabil telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan dan logistik penyelenggaraan ajang balap jet darat tersebut.

Jika kedua balapan tersebut benar-benar dicoret, kalender Kejuaraan Dunia F1 2026 berpotensi berkurang dari 24 menjadi 22 seri. Situasi ini tentu akan menciptakan jeda panjang yang tidak terencana di tengah musim balap, antara GP Jepang dan GP Miami.

Ancaman Pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi

Grand Prix Bahrain yang dijadwalkan berlangsung pada 10-12 April 2026, dan Grand Prix Arab Saudi pada 17-19 April 2026, kini berada dalam status ketidakpastian. Informasi dari paddock F1 di Shanghai mengindikasikan bahwa keputusan resmi pembatalan akan segera diumumkan.

Kedua balapan ini telah berada di bawah pengawasan ketat sejak konflik di kawasan Teluk memanas pada 28 Februari lalu. Pihak penyelenggara dan Formula 1 terus berkoordinasi dengan otoritas setempat di Bahrain dan Jeddah untuk memantau situasi keamanan.

Eskalasi Konflik di Timur Tengah Jadi Pemicu

Pemicu utama ancaman pembatalan ini adalah eskalasi konflik militer di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan beberapa negara Teluk. Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke berbagai negara di kawasan, termasuk Bahrain dan Arab Saudi. Serangan-serangan ini dilaporkan mengenai target penting seperti pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, dan kilang Aramco di Arab Saudi.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sangat tidak aman untuk penyelenggaraan acara berskala internasional seperti Formula 1. Prioritas utama kini adalah keselamatan semua pihak yang terlibat dalam ajang balapan.

Dampak Logistik dan Keamanan Terhadap F1

Konflik yang memanas ini menimbulkan masalah logistik dan keamanan yang signifikan bagi penyelenggaraan Formula 1. Penutupan wilayah udara dan pembatasan penerbangan di seluruh Timur Tengah telah mengganggu rute perjalanan dan pengangkutan kargo tim balap.

Sekitar seperempat dari tenaga kerja F1 biasanya melakukan perjalanan melalui pusat-pusat di Timur Tengah untuk Grand Prix. Lebih dari 1.000 staf tim serta ofisial balapan terpaksa mengubah rute perjalanan mereka akibat gangguan ini. Uji coba ban Pirelli di Bahrain telah dibatalkan karena masalah keamanan, yang semakin menggarisbawahi kesulitan operasional di wilayah tersebut. Situasi ini menunjukkan bahwa kondisi di lapangan sangat tidak kondusif untuk kegiatan berskala besar.

Read Entire Article
Bisnis | Football |