Fakta Menarik Real Madrid vs Benfica: Rekor Abadi Los Blancos di Liga Champions

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid telah mengamankan posisi mereka di babak 16 besar Liga Champions setelah sukses mendepak Benfica. Sejumlah fakta menarik tercipta mengiringi keberhasilan sang raja Eropa tersebut dalam laga penentuan ini.

Pada leg kedua playoff fase gugur musim 2025/2026, Madrid berhasil memetik kemenangan tipis 2-1. Pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Santiago Bernabeu pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.

Tuan rumah sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal lebih dulu melalui gol dari Rafa Silva. Namun, skuad asuhan Alvaro Arbeloa mampu bangkit lewat gol balasan Aurelien Tchouameni dan aksi penutup dari Vinicius Junior.

Hasil akhir ini membuat Real Madrid unggul secara agregat dengan skor 3-1 atas wakil Portugal tersebut. Kemenangan ini memastikan langkah Los Blancos ke fase selanjutnya berjalan dengan cukup meyakinkan.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi akhir perjalanan bagi Benfica di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini. Mereka gagal mengejar defisit gol yang dialami sejak pertemuan pertama di markas sendiri.

Beberapa statistik krusial muncul ke permukaan segera setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Berikut adalah rincian fakta penting yang menghiasi duel sengit antara kedua tim raksasa tersebut.

Catatan Menarik Duel Real Madrid vs Benfica

Pertama, Real Madrid mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya klub yang selalu mencapai babak 16 besar dalam 23 musim terakhir. Konsistensi luar biasa ini terjaga sejak format tersebut pertama kali diperkenalkan pada musim 2003/2004.

Kedua, Vinicius Junior berhasil menorehkan tinta emas dalam karier pribadinya bersama Los Blancos. Untuk pertama kalinya, pemain asal Brasil ini sukses mencetak gol pada kedua leg dalam satu babak fase gugur.

Ketiga, hasil ini menjadi catatan kelam bagi Benfica di kancah Benua Biru. Mereka untuk pertama kalinya menelan empat kekalahan secara berturut-turut pada fase gugur sepanjang sejarah partisipasi di Piala Eropa atau Liga Champions.

Keempat, Real Madrid terbukti sangat tangguh saat bermain di hadapan pendukung sendiri meski harus kebobolan lebih dahulu. Mereka memenangi enam dari sembilan laga kandang terakhir di Liga Champions dalam situasi tertinggal.

Sebaliknya, Benfica harus merasakan pahitnya kekalahan tandang setelah sempat memimpin skor lebih dulu. Catatan negatif ini merupakan yang pertama kalinya dialami Benfica sejak terakhir kali terjadi saat melawan Galatasaray pada 2015.

Read Entire Article
Bisnis | Football |