Dilema Real Madrid Lawan Man City: Mainkan Thiago Pitarch Berisiko Sanksi dari UEFA?

6 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kini tengah didera dilema besar menjelang pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Manchester City. Absennya Jude Bellingham akibat cedera memaksa pelatih Alvaro Arbeloa memutar otak untuk meracik komposisi lini tengah.

Situasi pelik ini membuka kesempatan bagi talenta muda jebolan La Fabrica, Thiago Pitarch, untuk tampil sebagai starter. Namun, menurunkan gelandang berusia 18 tahun tersebut membawa risiko hukum yang cukup serius bagi sang pemain.

Pitarch terancam mendapatkan larangan bertanding di level junior apabila dipaksakan turun membela tim senior. Hal ini dikarenakan adanya aturan ketat dari UEFA yang membatasi status pemain antara skuad utama dan tim muda.

Manajemen Los Blancos sekarang harus menimbang dengan sangat teliti antara kebutuhan tim senior atau masa depan karier junior sang pemain. Publik sepak bola pun kini menanti keputusan berani yang akan diambil oleh Arbeloa di pinggir lapangan.

Aturan Ketat UEFA Mengintai Pitarch

Berdasarkan regulasi yang ditetapkan UEFA, seorang pemain yang telah tampil di Liga Champions melampaui batas tertentu dilarang kembali ke kompetisi junior. Saat ini, posisi Thiago Pitarch dilaporkan sedang berada tepat di ambang batas aturan tersebut.

Apabila ia dimainkan saat melawan Manchester City, secara otomatis statusnya akan menjadi anggota tetap skuad senior. Dampaknya, ia akan kehilangan hak kelayakan untuk memperkuat tim dalam ajang UEFA Youth League.

Peraturan UEFA menyebutkan bahwa pemain yang tampil dalam tiga laga Liga Champions atau lebih tidak diperbolehkan lagi bermain di Youth League. Pitarch tercatat sudah tampil dua kali sebelumnya, tepatnya saat Madrid menumbangkan Benfica pada babak play-off.

Kondisi tersebut tentu akan merugikan kekuatan tim muda Madrid yang saat ini tengah berjuang di kompetisi junior Eropa. Meski begitu, kebutuhan mendesak tim senior yang sedang pincang tampaknya menjadi prioritas utama klub untuk saat ini.

Pengganti Bellingham yang Menjanjikan

Ketiadaan Bellingham memaksa Alvaro Arbeloa untuk segera menemukan sosok kreator serangan baru guna mendampingi Fede Valverde dan Arda Guler. Pitarch dinilai sebagai sosok yang paling tepat berkat performa memukaunya saat Madrid menang atas Celta Vigo.

Kemampuan teknisnya dalam mengatur ritme permainan berhasil membuat Arbeloa terkesan dan memberikan kepercayaan lebih kepadanya. Walaupun usianya tergolong masih sangat belia, Pitarch kini sudah dipandang sebagai bagian permanen dalam skema tim utama.

Kembalinya Eduardo Camavinga setelah pulih dari cedera gigi memang memberikan opsi tambahan bagi lini tengah Madrid. Namun, fleksibilitas permainan yang dimiliki Pitarch diyakini mampu memberikan dimensi serangan yang berbeda guna membongkar pertahanan City.

Meski kariernya di level junior terancam sanksi, Pitarch dilaporkan tetap menjaga fokus sepenuhnya untuk memberikan kontribusi bagi tim senior. Ambisi besar untuk membantu Madrid meraih hasil positif di panggung tertinggi Eropa menjadi motivasi utamanya saat ini.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa kesempatan untuk bertanding melawan tim sekelas Manchester City merupakan momen langka bagi pemain muda. Oleh karena itu, ia siap memberikan kemampuan terbaiknya jika dipercaya turun oleh sang pelatih.

Teja Paku Alam Luput dari Panggilan Timnas Indonesia, Pelatih Persib Beri Reaksi

Read Entire Article
Bisnis | Football |