Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menjatuhkan sanksi signifikan kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) menyusul laporan dugaan diskriminasi yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA). Keputusan ini diumumkan oleh Komite Disiplin FIFA pada 19-20 Maret 2026, menandai respons FIFA terhadap pelanggaran anti-diskriminasi yang berulang. Sanksi yang diberikan mencakup denda finansial dan kewajiban untuk menjalankan program pencegahan diskriminasi komprehensif.
Laporan PFA yang menjadi dasar keputusan ini disampaikan dalam Kongres FIFA ke-74 pada Mei 2024, setelah lebih dari satu dekade PFA secara konsisten mendesak FIFA untuk mengambil tindakan. FIFA menemukan bahwa IFA telah melakukan "pelanggaran berganda" terhadap kewajiban anti-diskriminasinya, yang mencoreng prinsip fair play dalam olahraga. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi isu diskriminasi dalam sepak bola.
Sanksi ini menegaskan komitmen FIFA terhadap prinsip-prinsip anti-diskriminasi dan perilaku ofensif dalam sepak bola. IFA terbukti melanggar Pasal 13 tentang perilaku ofensif dan prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasial dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC). Denda dan program pencegahan diskriminasi menjadi fokus utama dari keputusan yang dikeluarkan.
Latar Belakang Aduan Diskriminasi
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) telah lama menjadi pihak yang vokal dalam menyerukan tindakan terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) terkait dugaan diskriminasi. Selama lebih dari satu dekade, PFA secara konsisten meminta FIFA untuk mengintervensi, terutama mengenai partisipasi tim-tim dari permukiman di Tepi Barat dalam liga Israel, serta isu-isu diskriminasi lainnya.
Puncak dari desakan PFA terjadi pada Kongres FIFA ke-74 yang diselenggarakan pada Mei 2024, di mana PFA secara resmi mengajukan laporan komprehensif. Laporan ini merinci tuduhan diskriminasi yang dilakukan oleh IFA, yang kemudian menjadi dasar bagi penyelidikan dan keputusan Komite Disiplin FIFA.
Aduan ini menyoroti praktik-praktik yang dianggap PFA melanggar aturan dan etika sepak bola internasional, khususnya terkait dengan prinsip anti-diskriminasi yang dijunjung tinggi oleh FIFA. Konsistensi PFA dalam menyuarakan isu ini akhirnya membuahkan hasil dengan dijatuhkannya sanksi.
Pada tanggal 19-20 Maret 2026, Komite Disiplin FIFA secara resmi menjatuhkan tiga sanksi utama kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) sebagai tindak lanjut dari laporan PFA. Sanksi ini merupakan respons atas temuan "pelanggaran berganda" terhadap kewajiban anti-diskriminasi yang harus dipatuhi oleh setiap asosiasi anggota FIFA. Sanksi pertama adalah denda finansial sebesar 150.000 franc Swiss, yang setara dengan sekitar $190.000 atau Rp3,2 miliar. Selain denda, FIFA juga memberikan peringatan resmi kepada IFA, menandakan keseriusan pelanggaran yang terjadi. Sanksi ketiga dan paling signifikan adalah kewajiban untuk menjalankan program pencegahan diskriminasi. IFA diwajibkan menampilkan spanduk bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination” di tiga pertandingan FIFA tingkat A di kandang, berdampingan dengan logo asosiasi. Dalam waktu 60 hari, IFA harus mengalokasikan sepertiga dari nilai denda untuk menyusun dan menjalankan rencana komprehensif pencegahan diskriminasi yang disetujui FIFA. Program ini harus mencakup reformasi, protokol, pemantauan, dan kampanye edukasi di stadion serta kanal resmi selama satu musim penuh, dengan sisa denda dibayarkan dalam 30 hari setelah keputusan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533815/original/012392900_1773782345-chelsea-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5074715/original/071322500_1735790812-afc_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800835/original/034726500_1713040618-000_34PD3LK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364468/original/062457500_1759115133-Newcastle_United_vs_Arsenal-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392662/original/015477500_1761480498-570444906_17988467495902645_8612739450593707224_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516574/original/086754200_1772331275-unnamed__60_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534603/original/008003100_1773862969-AP26077695347153.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534602/original/098790700_1773862968-AP26077648441913.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533840/original/081197100_1773786728-AP26076741116887.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528264/original/031179800_1773269727-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535321/original/004554600_1773985551-063_2267458477.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456749/original/019132200_1766938153-AC_Milan_s_Luka_Modric_shakes_hands_with_AC_Milan_s_head_coach_Massimiliano_Allegri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499325/original/052664700_1770782784-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535237/original/058083900_1773968803-WhatsApp_Image_2026-03-19_at_23.44.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535197/original/086705400_1773951825-WhatsApp_Image_2026-03-19_at_19.47.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464769/original/032055800_1767734429-AP26006747942548.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524193/original/061021600_1772919838-andrea_cambiaso_juventus_pisa_Tano_Pecoraro_LaPresse_via_AP.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425002/original/013314700_1764201159-AP25330803907927.jpg)