Cerita Kemenangan Arsenal Lawan Chelsea dan Momen yang Bikin Mikel Arteta 'Henti Jantung'

14 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Laga pekan ke-28 Premier League antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (1/3) dini hari WIB, berlangsung dalam tensi tinggi hingga detik terakhir.

Arsenal menang 2-1, tetapi kemenangan itu jauh dari kata nyaman. The Gunners sempat dibuat tegang oleh tekanan Chelsea pada menit-menit akhir pertandingan.

Sorotan utama tertuju pada David Raya. Sang kiper tampil sebagai penentu hasil lewat penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan Arsenal tetap utuh.

Pelatih Mikel Arteta pun mengakui momen tersebut sangat menguras emosi. Ia bahkan menyebut jantungnya nyaris berhenti saat melihat situasi genting di depan gawang timnya.

Gol Sudut, Kartu Merah, dan Tekanan Akhir

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Ketiga gol yang tercipta berasal dari situasi bola mati, menegaskan betapa detail kecil sangat menentukan laga ini.

Gol kemenangan Arsenal dicetak Jurrien Timber lewat sundulan hasil umpan Declan Rice dari sepak pojok. Momen itu menjadi pembeda di tengah permainan yang seimbang.

Situasi Chelsea semakin sulit setelah Pedro Neto menerima kartu merah. Ia diganjar dua kartu kuning dalam rentang waktu tiga menit, membuat The Blues harus bermain dengan sepuluh pemain.

Namun, meski unggul jumlah pemain, Arsenal tidak sepenuhnya mendominasi. Chelsea tetap mampu menekan dan menciptakan kepanikan di lini belakang tuan rumah hingga menit-menit akhir.

David Raya jadi Penyelamat bagi Mikel Arteta

Di fase krusial tersebut, Raya tampil menentukan. Ia lebih dulu menggagalkan peluang Jorrel Hato, sebelum kembali diuji dalam situasi berbahaya lainnya.

Tekanan memuncak saat umpan silang Alejandro Garnacho mengarah ke kotak penalti. Raya menepis bola melebar, lalu melakukan penyelamatan spektakuler atas peluang Joao Pedro, meski sang penyerang berada dalam posisi offside.

"David adalah salah satu pemimpin kami tanpa diragukan lagi. Dia adalah seorang kiper yang tahu bagaimana menjaga fokusnya dan menentukan hasil pertandingan saat dibutuhkan," kata Arteta.

"Terkadang dia sama sekali tidak terlibat, lalu tiba-tiba dia harus bertindak dan penyelamatan yang dia lakukan di aksi terakhir. Itu adalah tembakan yang luar biasa dan jantungku hampir berhenti berdetak, tetapi dia berhasil menepisnya lagi."

Sumber: FotMob

Chelsea Tumbang di Markas Arsenal, Liam Rosenior Soroti Kelemahan Anak Asuhnya

Read Entire Article
Bisnis | Football |