Bahlil Gandeng Pindad Garap Tabung CNG 3 Kg

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah sedang mengembangkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam kemasan 3 kilogram (kg). Bahlil membuka kemungkinan untuk menggandeng BUMN PT Pindad dalam pengembangannya di dalam negeri.

Sebagai informasi, CNG kemasan tersebut disiapkan sebagai alternatif pengganti LPG bersubsidi 3 kg guna mengurangi ketergantungan impor LPG di Tanah Air. Bahlil menyebutkan bahwa konversi tersebut saat ini masih dalam proses uji coba di Tiongkok.

"CNG-nya masih dilakukan uji coba, belum selesai ya. Masih dilakukan uji coba di China," kata Bahlil usai menghadiri Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Dia menambahkan, ke depannya terbuka peluang kerja sama dengan PT Pindad. Namun, proses tersebut tetap menunggu hasil uji coba terlebih dahulu.

"Habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini. Kita akan melakukan dengan Pindad nanti, tapi masih cek dulu di sana. Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut," bebernya.

Senada, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menyampaikan rencana uji coba tabung akan dilakukan dalam waktu dekat di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

"Saat ini dalam proses mau melakukan uji coba tabung. Insya Allah akhir Juli ini sampel dari tabung-tabung itu akan selesai dan kita kirim ke Lemigas untuk diuji. Lalu, kita akan rencanakan juga bagaimana nanti mulai diperkenalkan kepada masyarakat," jelasnya.

Uji Coba di Kota Besar Bulan Depan

Mengenai lokasi uji coba langsung kepada masyarakat, Laode mengatakan tahap awal akan menyasar kota-kota besar di Jawa Barat. Namun, ia belum membeberkan kapasitas yang akan diuji coba tersebut.

"Uji cobanya di kota-kota besar dulu ya, mungkin salah satunya di Jawa Barat. Kita belum bicara masalah angka. Yang penting sekarang pertama adalah safety-nya, dan kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat," tuturnya.

Laode belum memutuskan skema uji coba CNG 3 kg tersebut kepada masyarakat. Namun, ia memastikan uji coba dijadwalkan mulai Agustus 2026.

"Ini masih kita bahas skemanya seperti apa. Tapi uji cobanya bulan depan, Insya Allah," tandasnya.

Impor LPG Masih Tinggi

Langkah konversi sebagian konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke CNG ini disiapkan pemerintah untuk menekan beban subsidi energi dan ketergantungan impor.

Menurut Bahlil, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri hanya berkisar 1,8–1,9 juta ton, sehingga sekitar 75–80% kebutuhan nasional masih bergantung pada impor.

“Untuk LPG, konsumsi kita 8,5 juta ton per tahun. Produksi dalam negeri hanya sekitar 1,8–1,9 juta ton. Selebihnya impor,” kata Bahlil dalam Energy Forum di Hotel Borobudur, Kamis (25/6/2026).

Potensi Melimpah Pasokan CNG

Salah satu solusi yang disiapkan adalah memperluas penggunaan CNG sebagai alternatif LPG. Menurut Bahlil, Indonesia memiliki cadangan gas yang melimpah, terutama gas dengan kandungan metana dan etana (C1 dan C2) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar CNG.

Ia mencontohkan temuan cadangan gas baru oleh ENI di Kalimantan Timur yang mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Trillion Cubic Feet/TCF), ditambah potensi lain sebesar 2 TCF. Lapangan tersebut diproyeksikan mulai berproduksi pada 2028–2029.

Bahlil menjelaskan kebutuhan gas untuk menggantikan konsumsi LPG nasional diperkirakan tidak lebih dari 800 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), sehingga pasokan gas domestik dinilai sangat mencukupi.

“Kita harus melakukan bauran energi. Salah satunya dengan mendorong penggunaan CNG karena bahan bakunya melimpah di Indonesia,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |