Bagaimana RD Kongo Mencetak Sejarah dengan Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - RD Kongo mencatat pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2026 setelah memastikan tiket ke fase gugur untuk pertama kalinya. Kepastian itu didapat berkat kemenangan dramatis 3-1 atas Uzbekistan pada laga terakhir Grup K.

Hasil tersebut mengantar RD Kongo finis di posisi ketiga klasemen dengan empat poin dari tiga pertandingan. Raihan itu cukup untuk membawa The Leopards melangkah ke babak 32 besar.

Perjalanan menuju fase gugur tidak berjalan mudah bagi wakil Afrika tersebut. Sempat tertinggal usai kebobolan di menit ke-10, RD Kongo mampu bangkit dan membalikkan keadaan lewat penampilan gemilang Yoane Wissa serta Fiston Mayele.

Kebangkitan RD Kongo di Babak Kedua

RD Kongo berada dalam tekanan setelah Uzbekistan unggul lebih dulu pada awal paruh kedua pertandingan. Situasi itu membuat peluang lolos mereka sempat berada dalam ancaman.

Momentum perubahan datang ketika Yoane Wissa sukses mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-68. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat permainan RD Kongo yang sebelumnya kesulitan menembus pertahanan lawan.

Tidak lama berselang, pada menit ke-78, Fiston Mayele membawa timnya berbalik unggul melalui penyelesaian tajam yang gagal dihentikan kiper Uzbekistan, Abduvohid Nematov. Gol itu juga mencatat sejarah tersendiri karena Mayele menjadi pemain pertama yang berkembang di Liga Premier Tanzania yang mampu mencetak gol di Piala Dunia.

Wissa kemudian memastikan kemenangan melalui tendangan jarak jauh yang mengarah ke sudut bawah gawang di menit ke-90+1. Sepakan tersebut menutup laga dengan skor 3-1 sekaligus mengunci langkah RD Kongo ke fase berikutnya.

Wissa Jadi Motor Keberhasilan The Leopards

Penampilan Wissa menjadi salah satu faktor utama keberhasilan RD Kongo sepanjang turnamen. Sebelumnya, ia juga mencetak gol penting saat timnya menahan imbang Portugal 1-1 di matchday pertama.

Kualitas teknik, kecepatan, dan efektivitas serangan membuat Wissa tampil menonjol di panggung dunia. Kontribusinya pada laga melawan Uzbekistan semakin mempertegas perannya sebagai pemain kunci The Leopards.

Keberhasilan ini memicu perayaan besar dari para pendukung RD Kongo. Antusiasme terasa baik di stadion maupun di berbagai kota, termasuk Kinshasa.

Di klasemen akhir Grup K, Kolombia finis sebagai pemuncak dengan tujuh poin, diikuti Portugal dengan lima poin. RD Kongo menempati posisi ketiga dengan empat poin, sementara Uzbekistan harus tersingkir tanpa meraih angka.

Setelah mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur, RD Kongo kini bersiap menghadapi Inggris di babak 32 besar. Tantangan berat menanti, tetapi The Leopards telah membuktikan bahwa mereka mampu memberi kejutan di Piala Dunia 2026.

Sumber: Sporting News

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Hong Myung-bo Mundur Usai Korea Selatan Tersingkir di Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |