Asian Games 2026 Sudah 5 Hari, Kemenpora Evaluasi Capaian Medali dan Tetap Kejar Target 4 Emas

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki hari kelima penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai melakukan evaluasi terhadap capaian kontingen Indonesia. Evaluasi dilakukan bersama pimpinan cabang olahraga (cabor) untuk mengukur realisasi medali dengan target yang telah disepakati sebelum keberangkatan ke Jepang.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan target medali Indonesia di Asian Games 2026 bukan angka yang ditetapkan sepihak oleh Kemenpora. Target tersebut merupakan hasil pembahasan bersama antara pemerintah dan pimpinan cabor dengan mempertimbangkan potensi atlet, kesiapan, peluang serta nomor pertandingan yang diikuti.

"Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama," ujar Erick.

"Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora, tetapi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama. Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati," lanjutnya.

Hingga memasuki hari kelima Asian Games 2026, kontingen Indonesia telah mengoleksi satu medali perak dan delapan perunggu.

Namun, terdapat sejumlah capaian yang belum sesuai dengan proyeksi awal. Salah satunya berasal dari cabang olahraga wushu.

Target Emas Wushu Berubah Menjadi Perunggu

Wushu sebelumnya diproyeksikan menyumbangkan medali emas bagi Indonesia melalui nomor taolu changquan putra. Namun, pada akhir pertandingan, wakil Merah Putih harus puas membawa pulang medali perunggu.

Erick mengapresiasi perjuangan atlet yang telah menyumbangkan medali, tetapi menegaskan hasil tersebut tetap perlu menjadi bahan evaluasi karena belum sesuai dengan target yang telah disepakati.

"Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal," kata Erick.

Menurut Erick, evaluasi tersebut bukan ditujukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Kemenpora ingin melihat secara objektif berbagai faktor yang terjadi selama pertandingan, termasuk penyebab capaian belum memenuhi proyeksi serta langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

"Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," tegasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |