AS Pikir-pikir Mau Nego Ulang dengan Iran sebelum Gencatan Berakhir

19 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dikabarkan sedang menggodok opsi untuk mengadakan perundingan damai putaran kedua dengan Iran sebelum masa gencatan senjata berakhir pada 21 April mendatang.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN pada Senin (13/4) bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini sedang membahas secara internal rincian untuk kemungkinan pertemuan tatap muka kedua dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber tersebut, para pejabat tengah membicarakan tanggal dan lokasi potensial jika pembicaraan tertutup yang sedang terjadi dengan Iran dan mediator saat ini mengalami kemajuan.

"Kita perlu bersiap untuk segera menyelenggarakan sesuatu jika keadaan mengarah ke sana," kata sumber tersebut kepada CNN.

Meski begitu, tidak jelas apakah Iran akan setuju mengadakan ronde dua perundingan damai dalam waktu dekat. Iran sudah menyatakan belum punya rencana untuk bicara kembali dengan AS.

Trump sementara itu disebut setuju melanjutkan negosiasi tatap muka dalam waktu dekat jika Teheran bersedia memenuhi permintaan AS.

Negosiasi damai di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai mufakat pada Minggu (12/4) setelah Iran menolak menuruti permintaan AS, khususnya mengenai penghentian penuh program nuklir Teheran.

Pasca negosiasi gagal, Trump pun menyatakan akan memblokade Selat Hormuz sebagai tanggapan. Blokade ini dimulai pada Senin (13/4) pukul 10.00 ET.

Komando Pusat AS (CENTCOM) merinci pasukannya akan memberlakukan blokade secara imparsial terhadap kapal-kapal yang meninggalkan dan memasuki pelabuhan Iran, termasuk yang berada di Teluk Persia dan Teluk Oman. Namun, CENTCOM memastikan pihaknya tidak akan menghalangi kebebasan kapal yang melintas dari dan ke pelabuhan non-Iran.

Dalam pernyataan pada Senin, Trump mengeklaim pemerintahannya telah dihubungi pihak Iran terkait negosiasi.

"Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump, tanpa merinci siapa yang melakukan panggilan telepon tersebut dan siapa yang menerimanya.

Berdasarkan pernyataan resmi, Iran terlihat percaya diri bahwa pihaknya memegang pengaruh besar terhadap AS karena Selat Hormuz ada di tangan mereka.

Sementara itu, AS juga pede bahwa blokade Washington di Selat Hormuz dapat meningkatkan tekanan pada Iran agar kembali ke meja perundingan.

Menurut sejumlah pihak, blokade AS ini bukannya meredakan ketegangan, tapi justru menimbulkan ketidakpastian baru dalam situasi yang tidak bisa diprediksi ini. Pasalnya, tidak jelas seberapa jauh AS bersedia bertindak secara militer untuk menekan Iran dan bagaimana Iran akan bereaksi terhadapnya.

Para pejabat Trump sementara itu tetap berharap jalan keluar diplomatik akan tercapai dalam masalah ini. Jika memang dibutuhkan, para pejabat juga bersedia memperpanjang batas waktu gencatan senjata guna memberikan lebih banyak waktu untuk menimbang.

"Ada keterlibatan berkelanjutan antara AS dan Iran dan kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan," kata seorang pejabat AS.

Menurut sumber regional, putaran dua negosiasi AS-Iran kemungkinan akan digelar di Jenewa atau Islamabad. Kedua wilayah kembali jadi pilihan potensial, setelah para pejabat memilih lokasi negosiasi pada Sabtu (11/4) lalu antara di Islamabad, Jenewa, Wina, atau Istanbul.

Sumber regional tersebut juga mengatakan bahwa Turki saat ini tengah berupaya menjembatani kesenjangan antara kedua pihak.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |