Arsenal Dihantam Badai Cedera, Musim Mikel Arteta Terancam Berantakan

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal menghadapi situasi sulit di fase krusial musim 2025/2026. Badai cedera mulai mengganggu stabilitas tim yang baru saja kehilangan dua dari empat trofi yang bisa dimenangkan.

Kekalahan 1-2 dari Southampton di perempat final Piala FA menjadi pukulan telak. Laga berlangsung Minggu (5/4) dini hari WIB.

Hasil tersebut memperpanjang daftar kekecewaan. Sebelumnya, Arsenal juga gagal di final Carabao Cup.

Kini tekanan semakin besar bagi Mikel Arteta. Target musim menyempit hanya pada Premier League dan Liga Champions.

Situasi diperparah dengan absennya sejumlah pemain kunci. Kondisi ini membuat perjalanan Arsenal semakin berat.

Cedera Pemain Kunci Ganggu Stabilitas Tim

Declan Rice, Bukayo Saka, dan Leandro Trossard menjadi nama besar yang absen. Ketiganya tidak masuk skuad saat melawan Southampton. Piero Hincapie dan Eberechi Eze juga cedera.

Selain itu, Gabriel Magalhaes harus ditarik keluar karena cedera lutut. Ini menambah panjang daftar masalah Arsenal.

Arteta juga melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain. Kombinasi rotasi dan cedera membuat komposisi tim tidak ideal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kedalaman skuad sedang diuji. Arsenal kehilangan konsistensi di momen penting.

Situasi ini juga memicu spekulasi soal pemain yang mundur dari tim nasional. Namun, fakta di lapangan menunjukkan cedera menjadi faktor utama.

Tekanan Meningkat, Arsenal Harus Segera Bangkit

Meski diterpa badai cedera, Arsenal tidak punya alasan untuk menyerah. Target musim masih tersisa di dua kompetisi besar.

Christian Norgaard menegaskan tim tetap harus bertanggung jawab. "Tidak, tidak ada alasan. Ini tidak ada hubungannya dengan cedera atau ketersediaan pemain," kata sang gelandang dikutip dari BBC Sport.

"Kami memiliki tim yang sangat bagus di lapangan yang seharusnya mampu bersaing di level tinggi. Kami perlu bangkit. Kami masih memiliki dua kompetisi besar yang harus diikuti," sambungnya.

Mikel Arteta sebagai manajer juga mendapat sorotan dalam keputusan susunan pemain. Ia tetap mempertahankan Kepa Arrizabalaga di bawah mistar walau melakukan blunder di final Carabao Cup.

"Saya rasa kekalahan mereka tidak ada hubungannya dengan Kepa, tetapi Anda harus memainkan tim terbaik Anda," ucap pandit sepak bola Inggris, Micah Richards.

Sumber: BBC Sport

Arsenal di Bawah Tekanan: 2 Trofi Melayang, Musim Mikel Arteta di Ujung Tanduk?

Read Entire Article
Bisnis | Football |