Arne Slot Mulai Digoyang di Liverpool, FSG Dihantui Bayang-Bayang Kesalahan Era Brendan Rodgers

48 minutes ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool menghadapi situasi pelik di tengah status mereka sebagai juara bertahan Premier League. Performa The Reds musim ini mengalami penurunan drastis dan mulai memunculkan tekanan besar terhadap Arne Slot.

Fenway Sports Group (FSG) kini berada di persimpangan penting terkait masa depan sang pelatih. Ketidakpuasan suporter yang terus meningkat membuat evaluasi terhadap Slot semakin sulit dihindari.

Arne Slot sebelumnya sempat membawa optimisme besar setelah sukses menghadirkan gelar liga pada musim pertamanya. Namun, ekspektasi tinggi itu berubah menjadi tekanan setelah Liverpool gagal menjaga konsistensi sepanjang musim 2025/2026.

Situasi ini memunculkan kembali trauma lama bagi manajemen Liverpool. FSG pernah menghadapi kondisi serupa ketika Brendan Rodgers kehilangan dukungan publik sebelum akhirnya dipecat pada 2015.

FSG Mulai Pertanyakan Proyek Besar Arne Slot

Penurunan performa Liverpool musim ini dianggap terlalu signifikan untuk diabaikan. Padahal, Slot mendapat dukungan finansial besar dengan belanja transfer mencapai £450 juta pada musim panas lalu.

Masalah utama Liverpool bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga hilangnya identitas permainan yang sempat menjadi kekuatan utama mereka. Intensitas pressing menurun, transisi bertahan melemah, dan lini belakang tampil jauh dari kata solid.

Mantan gelandang Liverpool dan timnas Inggris, Danny Murphy, menilai posisi Slot mulai berada dalam ancaman serius. Ia bahkan menyebut situasi tersebut bisa berujung pada perpisahan dalam beberapa bulan mendatang.

FSG kini harus menentukan apakah proyek Slot masih layak dipertahankan. Keputusan itu menjadi semakin rumit karena Liverpool baru saja melewati fase transisi besar pasca-era Jurgen Klopp.

Liverpool Pernah Salah Membaca Situasi di Era Rodgers

Fenway Sports Group pernah menghadapi dilema serupa saat Brendan Rodgers kehilangan dukungan suporter pada 2015. Kala itu, Liverpool mengakhiri musim dengan kekalahan memalukan 1-6 dari Stoke City dan finis jauh di belakang Chelsea.

Meski tekanan besar muncul, FSG tetap memilih mempertahankan Rodgers dengan dukungan transfer besar. Liverpool mendatangkan Christian Benteke dan Roberto Firmino, sekaligus mendapatkan dana besar dari penjualan Raheem Sterling ke Manchester City.

Strategi tersebut ternyata gagal total karena Rodgers dipecat pada awal Oktober. Liverpool kemudian menunjuk Jurgen Klopp, keputusan yang akhirnya membuka era kejayaan baru di Anfield.

Klopp membawa Liverpool memenangkan Liga Champions 2019 dan gelar Premier League pertama dalam 30 tahun pada musim berikutnya. Kini, FSG kembali dihadapkan pada pertanyaan besar: mempertahankan Arne Slot atau memulai revolusi baru sekali lagi.

Sumber: BBC Sport

Bukan Xabi Alonso, Ini Sosok yang Dianggap Tepat untuk Chelsea

Read Entire Article
Bisnis | Football |