Ancaman Boikot Global Paksa FIFA Batalkan Rencana FIFA Forward Enterprise

15 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino resmi menghentikan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 1 Agustus 2026, menyusul gelombang penolakan dan ancaman boikot dari berbagai konfederasi sepak bola global. Keputusan ini diambil setelah proposal yang bertujuan mengkomersialkan kompetisi unggulan FIFA tersebut memicu kontroversi luas.

FFE, sebuah anak perusahaan komersial yang diusulkan FIFA, pertama kali diumumkan pada 28 Juli 2026. Entitas ini dirancang untuk mengelola hak komersial dan operasional turnamen besar FIFA, termasuk Piala Dunia FIFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Di bawah skema proposal, FIFA akan tetap memegang kendali mayoritas, namun membuka peluang bagi investor swasta untuk mengakuisisi sekitar 20% saham minoritas. Langkah ini diharapkan dapat mengumpulkan dana hingga $4,2 miliar, dengan tujuan utama meningkatkan pendanaan bagi pengembangan sepak bola melalui asosiasi-asosiasi anggotanya.

Rencana Komersial dan Janji Insentif FFE

FIFA Forward Enterprise (FFE) diusulkan untuk mengelola seluruh operasi komersial dan penyelenggaraan acara FIFA, mencakup Piala Dunia pria dan wanita, di bawah satu entitas. Proposal ini diumumkan pada 28 Juli 2026.

Dalam struktur kepemilikannya, FIFA akan mempertahankan kendali mayoritas, namun sekitar 20% saham entitas tersebut akan ditawarkan kepada investor swasta. Penawaran ini bertujuan mengumpulkan dana hingga $4,2 miliar, dengan perusahaan investasi Thrive Eternal dari New York, yang didirikan oleh Joshua Kushner, diidentifikasi sebagai "investor utama."

Untuk menarik dukungan dari asosiasi anggota, Presiden Infantino menjanjikan insentif finansial. Ia mengusulkan bahwa jika FFE disetujui, pendanaan dasar sebesar $10 juta yang dijanjikan untuk setiap asosiasi anggota selama empat tahun ke depan akan berlipat ganda menjadi $20 juta.

Gelombang Penolakan dan Ancaman Boikot Global

Rencana FFE segera memicu perhatian dan kontroversi internasional yang signifikan. Kekhawatiran utama muncul terkait potensi komersialisasi berlebihan kompetisi unggulan FIFA, keterlibatan perusahaan investasi swasta, serta isu tata kelola, transparansi, dan minimnya konsultasi dengan konfederasi dan liga sepak bola.

Puncaknya, pada 30 Juli 2026, 55 asosiasi anggota UEFA secara bulat memilih untuk mengancam boikot terhadap Piala Dunia mendatang, termasuk Piala Dunia Wanita FIFA 2027 dan Piala Dunia FIFA 2030, serta seluruh kompetisi FIFA lainnya. UEFA menegaskan, "Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi," dan secara tegas menyatakan bahwa "Piala Dunia bukan untuk dijual."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Pada hari yang sama, CONCACAF bersama 41 asosiasi anggotanya juga menolak proposal tersebut. Mereka menyoroti kurangnya proses yang semestinya, transparansi, tata kelola, dan keterlibatan investor swasta dalam aset FIFA. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) turut menyatakan solidaritas dengan UEFA dan CONCACAF, menyampaikan "keprihatinan serius atas proposal FIFA" dan mempertanyakan proses pengambilan keputusan di sekitar FFE. Kontroversi ini bahkan menyebabkan pengunduran diri Carlos Cordeiro pada 31 Juli 2026, penasihat senior Infantino dan mantan presiden Federasi Sepak Bola AS. Cordeiro menyebut rencana tersebut sebagai "kesepakatan buruk untuk sepak bola" dan menuduh FIFA "menggadaikan masa depan sepak bola tanpa pembenaran yang meyakinkan." Di tengah gejolak ini, muncul pula pertanyaan mengenai masa depan kepemimpinan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA, dengan beberapa federasi dilaporkan mulai meragukan kepemimpinannya. Menanggapi tekanan yang masif, FIFA, melalui Presiden Gianni Infantino, mengumumkan pada 31 Juli 2026 bahwa proposal FFE tidak akan dilanjutkan. Infantino secara resmi mengkonfirmasi pembatalan rencana tersebut keesokan harinya, 1 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut telah "menciptakan perpecahan yang sifatnya, terlepas dari tingkat dukungan, tidak lagi demi kepentingan tujuan yang ditetapkan sejak awal." Infantino menambahkan, "Tujuan kami selalu – dan akan selalu – untuk menyatukan dan meningkatkan. Akibatnya, proposal ini tidak akan dilanjutkan." Setelah penarikan proposal ini, Federasi Sepak Bola Meksiko menyatakan bahwa peninjauan terhadap inisiatif tersebut dianggap telah selesai.

Read Entire Article
Bisnis | Football |