Alarm Degradasi Persis Solo: Dibantai Malut United, Laskar Sambernyawa di Ujung Tanduk

2 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Persis Solo menghadapi situasi kritis di penghujung musim BRI Super League 2025/2026. Kekalahan telak 2-5 dari Malut United menjadi pukulan keras bagi Laskar Sambernyawa.

Bermain di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (2/5) malam, Persis sebenarnya sempat menunjukkan harapan. Mereka membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Bruno Gomes pada menit ke-15.

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan dengan baik. Malut United justru bangkit dan membalikkan keadaan lewat hattrick David da Silva di menit ke-19, 40, dan 45+2.

Situasi semakin memburuk di babak kedua ketika pertahanan Persis terus kehilangan koordinasi. Tambahan gol dari Nilson Junior dan Yakob Sayuri membuat mereka semakin tertinggal sebelum Arkhan Kaka memperkecil skor.

Rapuhnya Pertahanan dan Hilangnya Momentum

Kekalahan ini memperlihatkan persoalan mendasar di lini belakang Persis Solo. Empat gol yang bersarang dari situasi bola mati menjadi indikator lemahnya organisasi pertahanan.

Set piece seharusnya menjadi fase yang bisa diantisipasi dengan struktur dan komunikasi yang baik. Namun dalam laga ini, Persis justru gagal membaca pergerakan lawan dan kehilangan disiplin posisi.

Selain itu, momentum permainan juga tidak mampu dijaga setelah unggul lebih dulu. Alih-alih mengontrol tempo, Persis justru memberikan ruang bagi Malut United untuk berkembang.

Dampaknya terlihat jelas dari cara lawan mencetak gol secara beruntun. Transisi negatif Persis berjalan lambat, sementara Malut United tampil lebih agresif dan efektif.

“Terlepas dari masalah teknis seperti hujan, kita sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Kita bahkan mencuri keunggulan tapi kita tadi cukup ceroboh di lini pertahanan dengan membiarkan ada beberapa kesempatan lawan,” kata Milomir Seslija.

3 Laga Penentu dan Tekanan Mental

Hasil ini membuat Persis Solo tertahan di peringkat ke-16 dengan 27 poin. Posisi tersebut menempatkan mereka di zona degradasi dengan hanya tiga pertandingan tersisa.

Situasi ini jelas tidak ideal bagi tim asuhan Milomir Seslija. Mereka tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga bergantung pada hasil tim lain di papan bawah.

Pelatih yang akrab disapa Milo pun menyoroti banyaknya kesalahan yang dilakukan timnya sepanjang laga. Terutama dalam mengantisipasi bola mati yang berujung fatal.

“Kita kebobolan empat gol dari tendangan sudut dan kita melakukan reaksi yang salah untuk bisa merespons dan hanya menghasilkan dua gol dari kesempatan yang tidak terlalu banyak," kata Milo,

"Setelah gol dari Malut United, mungkin ada merasa mental pemain turun,” imbuh eks pelatih Arema FC tersebut.

Sumber: I.League

Tempat Menonton Man Utd vs Liverpool, Minggu 3 Mei 2026 Pukul 21.30 WIB

Read Entire Article
Bisnis | Football |