5 PR Mourinho di Real Madrid: Tekanan Perez Hingga Duet Vinicius–Mbappe

20 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid memulai musim 2026/2027 dengan harapan tinggi sekaligus daftar pekerjaan yang tidak sedikit. Jose Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu untuk mengembalikan Los Blancos ke jalur juara dan kembali bersaing di Liga Champions.

Di luar urusan taktik, situasi internal klub menjadi tantangan yang tidak kalah besar: dinamika ruang ganti, mandat presiden, serta kebutuhan memperkuat skuad di beberapa posisi, menurut Planet Football.

Mourinho bukan nama baru di Madrid. Pada periode 2010–2013, pelatih asal Portugal itu memutus dominasi Barcelona era Pep Guardiola dan mempersembahkan gelar La Liga dengan raihan 100 poin.

Dengan beberapa rekrutan yang sudah masuk dan peluang penambahan pemain sebelum bursa ditutup, musim ini menjadi ujian besar bagi Mourinho dan juga Florentino Perez untuk membawa Real Madrid kembali kompetitif di level tertinggi.

Mandat Perez di Bawah Tekanan

Musim panas 2026 diawali dengan pemilihan presiden klub yang berjalan sengit. Florentino Perez mempertahankan kursi presiden hingga 2030 setelah mengalahkan Enrique Riquelme.

Kemenangan tersebut hanya didukung sekitar 65 persen suara, sebuah sinyal bahwa sebagian anggota klub mulai meragukan kepemimpinannya.

Sejak itu, setiap kebijakan transfer dan proyek yang dijalankan bersama Mourinho dipandang sebagai tolok ukur yang akan menentukan masa depan Perez di kursi presiden.

Ruang Ganti Perlu Disatukan Lagi

Real Madrid disebut mengalami persoalan internal sepanjang musim lalu. Ketegangan antarpemain bahkan sempat muncul menjelang El Clasico pada Mei.

Kepergian figur senior seperti Toni Kroos, Luka Modric, dan Dani Carvajal dinilai membuat ruang ganti kehilangan sosok pemersatu.

Mourinho diharapkan mampu memulihkan disiplin serta membangun kembali mental juara yang selama ini menjadi identitas klub.

Menemukan Keseimbangan Vinicius–Mbappe

Kolaborasi Vinicius Junior dan Kylian Mbappe belum menghasilkan keseimbangan permainan yang diinginkan.

Keduanya berbahaya saat menyerang, tetapi kontribusi dalam bertahan menjadi sorotan. Real Madrid kerap kehilangan keseimbangan ketika menghadapi tim yang dominan dalam penguasaan bola.

Tugas Mourinho adalah menemukan formula agar dua superstar itu tetap efektif tanpa mengorbankan organisasi permainan tim.

Pertahanan Rawan, Kreativitas Belum Pulih

Cedera panjang yang dialami Antonio Rudiger dan Eder Militao musim lalu menyingkap rapuhnya kedalaman skuad di sektor pertahanan.

Untuk merespons, klub merekrut Ibrahima Konate dengan status bebas transfer, serta mendatangkan Marc Cucurella dari Chelsea dan Denzel Dumfries dari Inter Milan.

Meski begitu, Mourinho masih menginginkan tambahan satu bek tengah guna menjaga soliditas lini belakang sepanjang musim.

Di lini tengah, kepergian Toni Kroos dua tahun lalu dinilai belum benar-benar tergantikan.

Real Madrid kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan sehingga Jude Bellingham sering dipaksa bermain lebih dalam daripada posisi idealnya.

Kehadiran Bernardo Silva diharapkan menambah kreativitas, namun Mourinho masih mengincar satu gelandang kreatif lagi agar Bellingham bisa kembali fokus menyerang dan memaksimalkan ketajamannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Ujian John Herdman Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |