:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2863732/original/023736700_1564055512-7a.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kerap jadi destinasi idaman pesepak bola top dunia. Namun, tidak setiap kedatangan berakhir manis. Sejumlah nama besar justru merasakan fase sulit saat mengenakan seragam Blaugrana.
Klub Catalan yang kaya sejarah ini pernah menaungi bintang macam Lionel Messi hingga Ronaldinho. Meski demikian, prestise saja tidak serta-merta menjamin kecocokan taktik, kebugaran, dan kontinuitas performa.
Dirangkum dari Planet Football, berikut lima transfer impian yang berubah menjadi mimpi buruk di Barcelona: Philippe Coutinho, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele, Arda Turan, dan Zlatan Ibrahimovic.
Biaya Fantastis, Hasil Tak Sejalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3570679/original/023318400_1631581949-000_93W9D8.jpg)
Perbesar
Setelah menjual Neymar dengan rekor dunia 200 juta poundsterling pada musim panas 2017, Barcelona punya kas besar dan lubang lebar di lini depan. Solusinya saat itu adalah Ousmane Dembele, yang didatangkan dari Borussia Dortmund seharga 135 juta pounds. Winger Prancis tersebut tiba dengan reputasi menjanjikan usai satu musim luar biasa di Dortmund, tetapi masih berusia 20 tahun dan minim pengalaman di level tertinggi.
Musim pertamanya di Camp Nou didominasi cedera, dan pola itu terus berulang. Ketika tampil, kilasan kualitasnya kerap terganggu masalah kebugaran sehingga konsistensi sulit terbentuk. Ia sempat menikmati musim 2018/2019 yang gereget ketika Barcelona menjuarai La Liga, namun kegagalan lebih dominan. Dembele hengkang ke Paris Saint-Germain pada 2023, ironisnya kembali menggantikan Neymar, dan kembali bergulat dengan inkonsistensi.
Philippe Coutinho datang dengan status salah satu pemain terbaik Premier League. Liverpool sempat menahannya pada musim panas 2017, tetapi pada pertengahan musim 2017/2018 The Reds menerima tawaran awal 105 juta pounds yang kemudian meningkat menjadi 142 juta pounds dengan tambahan. Cedera paha yang terdeteksi saat pemeriksaan medis semestinya menjadi alarm, dan perjalanan kariernya di Barcelona memang tak berjalan sesuai harapan.
Coutinho tak pernah kembali ke level seperti saat di Anfield. Musim 2018/2019 diwarnai performa yang tak stabil dan kritik suporter. Ia kemudian dipinjamkan ke Bayern Munchen pada 2019/2020, ikut menyingkirkan Barcelona dalam perjalanan Bayern menjuarai treble. Coutinho akhirnya pergi permanen ke Aston Villa pada 2022 setelah membukukan lebih dari 100 penampilan dan 25 gol untuk Blaugrana.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Simak Artikel Lain Tentang FC Barcelona: Profil Lengkap Klub Sepak Bola
Lihat SemuaAntoine Griezmann sempat hampir bergabung dengan Manchester United pada 2017 sebelum memilih tetap setia kepada Atletico Madrid. Dua tahun berselang, pada musim panas 2019, ia mengubah keputusan dan menandatangani kontrak dengan Barcelona. Namun, langkah itu dinilai terlambat; Griezmann tak pernah benar-benar klop dan kembali ke Atleti setelah dua musim. Kontribusi golnya disebut lebih baik daripada Coutinho. Di saat yang sama, Coutinho mencetak 10 gol lebih banyak dalam jumlah pertandingan yang kurang lebih sama. Griezmann tidak pernah mencintai Barca dan mereka tidak pernah mencintainya. Ia terbukti tidak berguna di tim yang masih memiliki Lionel Messi sebagai pemain utama. Ia kemudian mengakui kepindahan ke Barca adalah sebuah kesalahan. Griezmann menebusnya dengan kerja tanpa henti setelah kembali ke Atletico Madrid secara permanen dan kembali menjadi bintang. Ia menutup musim 2023/2024 dengan 16 gol dan enam assist dari 33 pertandingan La Liga. Pada nama berikutnya,Zlatan Ibrahimovic tiba dari Inter Milan setelah tiga musim menjadi top skorer Serie A dan meraih Scudetto tiga kali. Barcelona membayar 40 juta pounds plus Samuel Eto'o untuk merekrut penyerang Swedia itu. Musim perdananya menghasilkan 21 gol dan 13 assist di semua ajang. Masalah muncul usai Barcelona tersingkir di semifinal Liga Champions oleh Inter. Ibrahimovic mulai bersitegang dengan Pep Guardiola dan mengonfrontasi manajernya di ruang ganti. Sejak itu, hubungan tak pernah pulih. Ketika Guardiola lelah mengubah tim untuk mengakomodasi Ibrahimovic, ia justru menggeser sang striker ke sisi lapangan demi menempatkan Lionel Messi sebagai penyerang tengah. Situasi tersebut memicu kemarahan Ibra. Pada musim panas 2010, ia kembali ke Italia untuk bergabung dengan AC Milan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307363/original/025030500_1784998383-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_11.19.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308674/original/090703400_1785162831-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_21.25.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308677/original/044643700_1785163072-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_21.17.33__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308678/original/068186300_1785164085-0L5A5242.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308696/original/068091800_1785166023-1000483229.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9308704/original/031218800_1785166605-0L5A5210.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9300645/original/050554300_1784363321-IMG_2678.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3912575/original/075095600_1642996453-000_9R67V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546387/original/001051400_1775293908-united.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9308673/original/081098600_1785162577-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_21.22.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572552/original/055548300_1777836849-Parma_s_goalkeeper_Zion_Suzuki_inter_milan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307330/original/078272900_1784986572-WhatsApp_Image_2026-07-25_at_8.12.06_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308566/original/007855700_1785147583-IMG_20260727_154036.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8000917/original/053205700_1780839769-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486986/original/026887300_1769652664-Juventus__head_coach_Luciano_Spalletti.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325993/original/062409700_1756072868-AP25236767547210.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9300292/original/020653900_1784345291-IMG_2658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303575/original/082019500_1784648514-ChatGPT_Image_Jul_21__2026__10_41_22_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308290/original/079598500_1785135107-0L5A3836.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555739/original/056117800_1776213813-5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560933/original/088200900_1776731974-WhatsApp_Image_2026-04-20_at_15.07.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560905/original/019311600_1776725194-20260420_174400.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531431/original/019405300_1773589357-000_A3CF2CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553294/original/001238200_1775928032-mikel_arteta_arsenal_bournemouth_ap_dave_shopland.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370975/original/007032600_1759611794-real_madrid_vs_villarreal_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559698/original/045930200_1776610483-mohamed-salah-liverpool-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849793/original/011745700_1562754395-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560954/original/028950200_1776732944-AP26108524647906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541806/original/020142900_1774918571-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5172592/original/009955900_1742775107-turki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5541730/original/008563700_1774880362-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563386/original/026686800_1776861153-AMBIENCE-1514.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551676/original/045695900_1775734474-1000285337.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553299/original/066224500_1775928630-Barcelona_s_Lamine_Yamal__left__celebrates_after_Ferran_Torres.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469675/original/080141400_1768165839-lamine-yamal-eduardo-camavinga-alvaro-carreras-barcelona-real-madrid-menggiring-bola-piala-super-spanyol.jpg)
