2 Anak Usaha Pertamina Gandengan Atur Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Dua anak usaha PT Pertamina, yakni PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) menggandeng PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) bergandengan untuk penguatan armada dan diversifikasi kargo guna mendukung ketahanan energi nasional. Kerjasama ini untuk pembangunan, pemanfaatan infrastruktur, dan moda pengangkutan maritim untuk produk terkait bahan bakar rendah karbon. Meliputi penyediaan angkutan untuk kargo LNG, Ammonia, hydrogen, dan lainnya.

Kesepakatan dituangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pada Jumat, 10 April 2026.

Turut hadir Direktur Perencanaan Bisnis PIS Eka Suhendra, Direktur Armada PIS M. Irfan Zainul Fikri, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra, Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham, serta jajaran manajemen lainnya.

"Pada kerja sama ini kita bicara tentang optimal value untuk Pertamina Group, bukan hanya untuk PIS atau PGN. Dengan rencana memiliki infrastruktur transportasi gas, termasuk untuk floating (terapung). Kita coba kaji opsi investasi, supaya dalam jangka panjang tidak terlalu terekspos risiko fluktuasi harga pasar. Sekali lagi untuk sama-sama ciptakan value yang optimal bagi Pertamina," kata Surya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar subholding Pertamina Group, sekaligus mendorong penguatan armada dan diversifikasi kargo guna mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto juga menuturkan, kerja sama ini merupakan pengembangan dari kerjasama PIS dan PGN yang telah berjalan sebelumnya.  Sejak 2024, PIS telah mengangkut sebanyak 17 kali angkutan LNG untuk PGN ke FSRU Lampung & Jawa Barat, serta Terminal Arun dengan skema spot charter.

Perkuat Peran Pertamina

"Kerja sama yang terjalin kita eskalasi, kembangkan yang pada prinsipnya mencakup pengembangan kepemilikan, pembangunan, pengelolaan sektor midstream hingga downstream gas. Sehingga Pertamina Group memiliki infrastuktur yang matang dan menyiapkan Indonesia di era LNG. Di mana semakin ke depan, porsi LNG akan semakin besar. Sehingga perlu infrastruktur tambahan. Kita coba kembangkan, sehingga nanti kita tidak hanya jadi penonton, tapi juga ada kepemilikan di infrastruktur ini," ujarnya.

Ke depan, kerja sama mencakup pengembangan pengangkutan, penguatan armada, serta peluang pada komoditas energi rendah karbon seperti LNG, amonia dan hidrogen beserta infrastruktur pendukungnya,  akan ditindaklanjuti melalui pembentukan tim kerja untuk menjajaki proyek konkret dan skema kerja sama jangka panjang. Kerja sama ini nantinya diyakini akan memperkuat sinergi Pertamina Group dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Sinergi ini juga  diharapkan dapat memperkuat peran Pertamina Group sebagai penyedia solusi energi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pertamina International Shipping Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG Sepanjang 2025

Sebelumnya, Selama 2025, PT Pertamina International Shipping (PIS) mendukung distribusi energi nasional dengan mengangkut sebanyak 170 miliar liter BBM dan LPG ke seluruh nusantara, dan penjuru dunia. 

PIS mengangkut energi berupa minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG untuk keamanan pasokan energi nasional, sebanyak 107 miliar liter. Serta angkutan kargo untuk market internasional sebanyak 63 miliar liter.  

"Ini menunjukkan kontribusi signifikan PIS dalam memastikan pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, serta perluasan jangkauan layanan yang terus dipercaya di pasar global," ujar Direktur Utama PIS Surya Tri Harto (21/1).

Realisasi sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan bisnis dan kapasitas angkutan energi yang telah ditunjukkan PIS pada tahun sebelumnya, ketika perusahaan berhasil mengangkut lebih dari 161 miliar liter BBM dan LPG pada 2024. Capaian tersebut memperkuat posisi PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional, yang secara konsisten menjaga kelancaran pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya di seluruh negeri. 

Program Strategis

PIS juga terus memperkuat armada untuk angkutannya, dengan total mencapai 110 kapal milik hingga akhir tahun 2025. Beroperasi 7 hari seminggu selama 24 jam penuh, operasional kapal tanker PIS juga didukung dengan kehadiran 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) untuk memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.

Beberapa program strategis juga dilaksanakan seperti perluasan pasar non-captive dengan ekspansi rute internasional melalui 3 kantor strategis yang mencakup pemasaran di Asia Pacific, Timur Tengah dan Eropa, dan diversifikasi jenis kargo.

Pada tahun 2025, sudah ada 84 kapal milik PIS yang telah memenuhi standar inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE), standarisasi inspeksi kapal tanker guna memastikan standar keselamatan.

"Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional. Serta, memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia," tutup Surya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |