Trump Terima Kasih ke Iran, Teheran Sebut 'Fake News'

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengucapkan terima kasih kepada Iran setelah diklaim membatalkan eksekusi mati 8 perempuan yang melakukan protes pada Januari lalu. Namun, pihak Iran menyebut Trump termakan 'fake news' atau berita palsu.

Melalui akun media sosial Truth Social, Rabu (22/4), Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran yang sudah membatalkan hukuman mati 8 perempuan yang ditangkap karena melakukan protes terhadap pemerintah Iran di negara tersebut pada Januari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan Trump mengklaim keputusan Iran untuk membatalkan hukuman mati karena permintaan dirinya kepada pemerintah Iran.

"Kabar yang sangat baik. Saya baru saja diberitahu bahwa delapan demonstran perempuan yang akan dieksekusi malam ini di Iran tidak akan dibunuh. Saya sangat menghargai bahwa Iran, dan para pemimpinnya, menghormati permintaan saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan menghentikan eksekusi yang direncanakan," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Trump juga mengklaim empat demonstran perempuan akan segera dibebaskan, sementara empat perempuan lainnya akan menjalani satu bulan hukuman penjara.

Namun, pihak Iran menolak klaim Trump yang menyebut 8 perempuan tersebut menghadapi hukuman mati. Melalui situs Peradilan Iran, pihak Teheran memastikan Trump termakan 'fake news'.

"Trump sekali lagi disesatkan oleh berita palsu [fake news]. Para perempuan yang diklaim berada di ambang eksekusi [mati], beberapa di antaranya telah dibebaskan, sementara yang lain menghadapi tuduhan yang, jika terbukti bersalah, maksimal hanya akan berujung pada hukuman penjara," tulis pihak Iran dikuti dari Independent.

Istilah 'fake news' sering digunakan Trump untuk berbicara dengan awak media, terutama di Gedung Putih. Trump sering mengatakan 'fake news' terhadap media-media yang mengkritiknya.

Hubungan Iran dan AS hingga kini masih panas, terutama setelah kedua belah pihak belum sepakat mengenai perundingan damai kedua.

(har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |