Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Melawan Iran

9 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan untuk "mengakhiri" operasi militer terhadap Iran tetapi menolak gencatan senjata.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, kata-kata Trump kemungkinan mengindikasikan perang akan berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Kita, AS,] hampir mencapai tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah," kata Trump seperti dikutip dari AFP.

Kemudian ia berkata negara-negara lain harus bertanggung jawab untuk mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Trump juga menyatakan pihaknya siap membantu negara-negara lain dalam upaya melintasi Selat Hormuz. Namun, lanjut dia, hal tersebut seharusnya tidak perlu setelah ancaman Iran dihilangkan.

AS, kata Trump, ingin berbicara dengan Iran tetapi "tidak ada seorang pun untuk diajak bicara" karena pembunuhan mantan pemimpin tertinggi Iran dan pejabat tinggi lainnya.

Unggahan itu muncul tak lama setelah Trump mengatakan bahwa dirinya tidak berniat melakukan gencatan senjata.

"Saya pikir kita telah menang. Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tahu Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain," ungkap Trump pada awak media di Gedung Putih.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Motjaba Khamenei, belum muncul di depan umum sejak ditunjuk menggantikan sang ayah, Ali Khamenei.

Dalam pernyataan tertulis, Motjaba Khamenei berkata bahwa rakyat Iran telah ""memberikan pukulan telak kepada musuh sehingga ia sekarang mulai mengucapkan kata-kata yang kontradiktif dan omong kosong".

"Saat ini, karena persatuan khusus yang telah tercipta di antara Anda, saudara-saudara sebangsa kami -- terlepas dari semua perbedaan dalam asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik -- musuh telah dikalahkan," kata Khamenei.

Sebelumnya terjadi ledakan yang menghantam Teheran pada Jumat. Sementara, Israel menuduh Iran menyerang situs-situs suci di Yerusalem.

Konflik ini juga berimbas pada perekonomian dunia. Di Wall Street, saham-saham anjlok tajam setelah harga minyak melonjak. Gangguan pasokan minyak pun membuat sejumlah negara terpaksa menaikkan harga BBM.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |