Top 3: Purbaya Pastikan Punya Uang Bayar Utang Whoosh

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang kereta cepat Whoosh setelah proses pengalihan rampung pada pertengahan September 2026. Pemerintah juga tidak perlu mencari investor baru untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Purbaya mengatakan dana pembayaran utang telah tersedia melalui perusahaan Special Vehicle Mission (SMV) atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.

"Nggak, sudah ada uangnya," ujar Purbaya dikutip dari Antara, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Purbaya, setelah proses pengalihan dilakukan, kewajiban utang kereta cepat akan ditangani oleh salah satu perusahaan SMV atau BLU di bawah Kemenkeu.

Ia menilai kemampuan keuangan perusahaan tersebut cukup kuat untuk memenuhi kewajiban utang. Purbaya bahkan menyebut ada perusahaan SMV yang mampu mencatat keuntungan sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun per tahun.

Sementara itu, SMV yang nantinya ditugaskan mengelola kereta cepat disebut memiliki keuntungan bersih hingga Rp 800 miliar per tahun.

Artikel Purbaya Pastikan Punya Uang untuk Bayar Utang Whoosh menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Selasa, 8 September 2026. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com?Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com:

1. Purbaya Pastikan Punya Uang untuk Bayar Utang Whoosh

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang kereta cepat Whoosh setelah proses pengalihan rampung pada pertengahan September 2026. Pemerintah juga tidak perlu mencari investor baru untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Purbaya mengatakan dana pembayaran utang telah tersedia melalui perusahaan Special Vehicle Mission (SMV) atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.

"Nggak, sudah ada uangnya," ujar Purbaya dikutip dari Antara, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Purbaya, setelah proses pengalihan dilakukan, kewajiban utang kereta cepat akan ditangani oleh salah satu perusahaan SMV atau BLU di bawah Kemenkeu.

Ia menilai kemampuan keuangan perusahaan tersebut cukup kuat untuk memenuhi kewajiban utang. Purbaya bahkan menyebut ada perusahaan SMV yang mampu mencatat keuntungan sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun per tahun.

Sementara itu, SMV yang nantinya ditugaskan mengelola kereta cepat disebut memiliki keuntungan bersih hingga Rp 800 miliar per tahun.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Bandara Soetta Kembali Dibuka, Pelita Air Siap Layani Penerbangan Mulai Hari Ini

Pemerintah resmi membuka kembali penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Maskapai Pelita Air turut mempersiapkan jadwal penerbangan usai pembukaan akses di bandara tersebut.

Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, membuka peluang penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta bisa berjalan mulai Selasa (8/9/2026) hari ini. Sederet persiapan dilakukan sebelum memulai kembali operasional.

"Seiring dengan kembali beroperasinya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelita Air kembali melayani penerbangan dari dan ke Jakarta mulai 8 September 2026," kata Faik dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

"Kembalinya operasional penerbangan ini dilakukan setelah Pelita Air memastikan kesiapan layanan dengan tetap mengacu pada perkembangan kondisi operasional, serta arahan dan ketentuan dari otoritas penerbangan terkait," imbuh dia.

Seperti diketahui, pemerintah resmi mencabut penutupan Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara mulai pukul 00.01 WIB dini hari tadi. Hasil asesmen menunjukkan sudah tidak ada lagi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah udara tersebut.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Rupiah Menguat, Cadangan Devisa Jadi Penopang

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan rupiah turut didukung kenaikan posisi cadangan devisa Indonesia yang dinilai memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Rupiah ditutup menguat 8 poin atau 0,05 persen ke level 17.632 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi 17.640 per dolar AS.

Penguatan juga tercermin dari kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Pada Selasa, JISDOR berada di level 17.618 per dolar AS, menguat dari posisi sebelumnya 17.653 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai, penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi kenaikan cadangan devisa Indonesia.

"Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS," ujarnya dikutip dari Antara.

Posisi cadangan devisa tersebut meningkat US$ 1,2 miliar dibandingkan akhir Juli 2026.

BI menyebut kenaikan cadangan devisa terutama dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |