Terima Tantangan Israel, Hizbullah Siap Perang Berkepanjangan

13 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Israel. Ia menyebut perang yang kini berkecamuk di Lebanon sebagai "perang eksistensial" sekaligus menolak ancaman Tel Aviv.

Dalam sebuah pidato di televisi keduanya sejak pecah perang tersebut, Qassem mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk pertempuran jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah mempersiapkan diri untuk konfrontasi yang panjang, dan insya Allah, mereka (Israel) akan terkaget-kaget di medan perang," kata Qassem, Jumat (13/3), melansir AFP.

"Ancaman musuh tidak membuat kami takut. Ini adalah pertempuran yang menentukan kelangsungan hidup, bukan pertempuran yang sederhana," lanjut dia.

Lebanon terseret ke konflik Timur Tengah pekan lalu setelah Hizbullah, yang didukung Iran, menyerang Israel sebagai balasan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel.

Israel membalas dengan serangan udara dan pengerahan pasukan darat ke wilayah perbatasan. Israel sebelumnya sudah kerap melanggar gencatan senjata 2024 dengan serangan di Lebanon.

Ia menegaskan Hizbullah tidak akan membiarkan Israel menguasai Lebanon.

"Ini negara kami. Kami tidak akan biarkan siapa pun menentukan nasib dan kehidupan rakyatnya. Kami yakin akan meraih kemenangan," ujar dia.

Di sisi lain, Israel mengancam akan membuat Lebanon "membayar harga lebih mahal" dengan menghancurkan infrastruktur dan memperluas operasi darat jika Beirut tidak melucuti senjata Hizbullah.

Pidato Qassem muncul setelah pemerintah Lebanon pekan lalu resmi melarang aktivitas militer dan keamanan Hezbollah, menyusul serangan kelompok itu ke Israel. Kebijakan ini melanjutkan keputusan pemerintah tahun 2025 yang menuntut pelucutan senjata Hizbullah.

Qassem juga meminta pemerintah Lebanon menghentikan kebijakan yang dianggap sebagai "konsesi gratis" kepada Israel. Ia menilai langkah itu hanya akan memperpanjang perang dan membuat musuh semakin berani.

Pemerintah Lebanon pekan lalu resmi melarang operasi militer dan keamanan Hezbollah, setelah serangan kelompok itu ke Israel memicu perang terbaru.

Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari keputusan pemerintah tahun 2025 yang menuntut pelucutan senjata Hizbullah.

(dmi/dmi)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Bisnis | Football |