Sukses Bikin Chelsea Hidup Kembali, Inilah Julukan yang Didapat Liam Rosenior

1 month ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Julukan “Player-Whisperer” kini melekat pada sosok Liam Rosenior di Chelsea. Pelatih anyar The Blues itu perlahan membalikkan narasi tentang sejumlah rekrutan musim panas yang sempat dicap gagal bersinar di Stamford Bridge.

Sentuhan Rosenior mulai terasa nyata saat Chelsea melaju ke putaran kelima FA Cup usai membantai Hull City 4-0, Jumat malam. Kemenangan tersebut bukan sekadar skor telak, tetapi juga simbol kebangkitan para pemain yang sebelumnya diragukan kontribusinya.

Nama Pedro Neto tentu menjadi sorotan utama berkat trigol yang ia lesakkan. Namun di balik pesta gol itu, peran Liam Delap tak kalah penting. Penyerang muda tersebut menyumbang tiga assist, dua di antaranya lahir setelah jeda, dalam penampilan yang jauh lebih komplet dibanding laga-laga sebelumnya.

Rosenior secara khusus memuji Delap. Menurutnya, peran nomor sembilan dalam sistem permainan Chelsea tak semata soal mencetak gol.

“Menjadi No.9 bukan selalu tentang diri sendiri. Terkadang Anda harus melakukan lari pengorbanan demi membuka ruang bagi rekan setim. Dia memulai pressing dengan sangat baik,” ujar Rosenior.

Assist Delap untuk Estevao disebut sang pelatih sebagai contoh sempurna: pergerakan tanpa bola, kecepatan menusuk ruang, lalu visi untuk memberikan umpan matang.

Dari Nyaris Blunder ke Titik Balik

Ironisnya, babak pertama Delap justru jauh dari kata memuaskan. Hingga menit ke-39, ia lebih sering kehilangan bola dan bahkan melewatkan peluang emas. Pada satu momen, ia sempat berlari merayakan gol sebelum memastikan bola benar-benar melewati garis.

“Saya bersumpah saya kira itu sudah masuk. Seharusnya saya memastikan, itu konyol dari saya,” kata Delap seusai laga.

Namun apa pun yang disampaikan Rosenior di ruang ganti terbukti manjur. Delap tampil jauh lebih tajam dan efektif di babak kedua. Kepercayaan diri yang tumbuh dari performa itu bisa menjadi fondasi penting bagi penyerang yang didatangkan seharga £30 juta dari Ipswich tersebut.

Efek Domino di Skuad The Blues

Bukan hanya Delap yang merasakan dampak positif. Andrey Santos tampil seperti gelandang yang “lahir kembali”. Setelah sebelumnya terlihat kehilangan arah di lini tengah, kini ia konsisten menghadirkan performa kelas atas.

Di lini depan, Joao Pedro menjelma menjadi mesin gol utama Chelsea. Sementara di sektor pertahanan, talenta muda Jorrel Hato kembali menemukan tempatnya setelah sempat tersisih pada era Enzo Maresca, terutama pasca penampilan buruk di Liga Champions melawan Qarabag di Baku. Kini, di bawah komando Rosenior, Hato siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan Marc Cucurella dan membuktikan reputasinya sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di Eropa.

Read Entire Article
Bisnis | Football |