Senator AS Ancam Arab Saudi jika Ogah Ikut Serang Iran

6 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengancam Arab Saudi akan menerima konsekuensi apabila menolak ikut berperang melawan Iran.

Dalam unggahan pribadi Graham di media sosial X, Senin (9/3), Saudi menolak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang wilayah Iran.

"Sepengetahuan saya, Kerajaan [Saudi] menolak menggunakan militer mereka yang mumpuni untuk ikut mengakhiri rezim Iran yang biadab dan teroris, yang telah meneror kawasan Timur Tengah," tulis Graham. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Haruskah Amerika membuat perjanjian pertahanan dengan negara seperti Kerajaan Arab Saudi yang tidak sudi bergabung dalam pertarungan yang merupakan kepentingan bersama?" katanya, seperti dikutip Middle East Eye (MEE).

Graham juga mengkritik negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar. Dia menyayangkan keputusan mereka yang enggan membantu AS-Israel.

"Semoga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk akan lebih terlibat karena pertempuran ini terjadi di wilayah mereka," kata Graham secara membabi-buta, dengan nada mendesak.

"Jika kalian tidak bersedia menggunakan militer kalian sekarang, kapan lagi kalian mau menggunakannya? Semoga sikap ini segera berubah. Jika tidak, akan ada konsekuensinya." 

[Gambas:Twitter]

Para analis telah memperingatkan bahwa komentar Graham mengenai penolakan Saudi dan kawan-kawan ini dapat memperburuk situasi di Timur Tengah yang sedang panas.

Saat ini negara-negara Teluk mulai tak terjamin keamanannya setelah rudal pencegat dari AS lumpuh. Kondisi ini membuat sejumlah pejabat Arab marah karena merasa AS masa abai.

Sejak diserang AS-Israel pada 28 Februari, Iran telah meluncurkan balasan ke pangkalan dan situs-situs militer AS di Timur Tengah di Arab Saudi, UEA, Oman, Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, serta Irak.

Duta Besar UEA untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jamal Al Musharakh mengatakan bahwa negara-negara Teluk tidak akan ikut-ikutan dalam perang AS-Israel vs Iran.

"Kami adalah salah satu negara yang terus-menerus menyerukan perlunya negosiasi, perlunya diplomasi, perlunya de-eskalasi," kata Al Musharakh pada Senin (9/3).

"Kami telah berulang kali menyatakan wilayah kami tidak akan digunakan untuk serangan apa pun terhadap Iran. Namun, terus terang, kami menjadi sasaran dengan cara yang sangat tidak beralasan," katanya. 

(abs/blq)

Read Entire Article
Bisnis | Football |