Seberapa Cepat Iran Perkaya Uranium Jadi Bom Nuklir?

9 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meletuskan perang terhadap Iran pada 28 Februari lalu salah satunya buntut program nuklir Teheran.

Trump bersikeras ingin menyetop sepenuhnya pengayaan uranium Iran, yang dituduh nyaris mampu memproduksi senjata nuklir.

Iran menolak lantaran mengeklaim uranium mereka dipakai untuk keperluan sipil semata. Salah satunya, untuk pembangkit listrik, yang membutuhkan sekitar tiga hingga 5 persen uranium yang diperkaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uranium merupakan logam padat yang digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir dan senjata. Secara alami, uranium bersifat radioaktif dan biasa ditemukan dalam konsentrasi rendah di batuan, tanah, bahkan air laut.

Uranium diekstraksi dengan cara digali dari tanah atau melalui proses kimia yang melarutkan uranium dari dalam batuan.

Sebelum bisa dipakai sebagai bahan bakar nuklir, uranium diproses melalui beberapa tahapan berbeda, antara lain yellowcake, uranium tetrafluorida, uranium hexafluorida, uranium dioksida, dan fuel pellets.

Yellowcake adalah proses mengolah bijih menjadi bubuk kasar dengan bahan kimia. Uranium tetrafluorida mengubah yellowcake menjadi gas hidrogen fluorida, yang berakhir berwarna kristal hijau zamrud.

Uranium hexafluorida sementara itu mengubah garam hijau menjadi kristal putih dengan proses fluorinasi. Kristal ini bisa berubah menjadi gas jika dipanaskan, sehingga siap untuk pengayaan.

Uranium dioksida, lebih lanjut, mengubah gas menjadi bubuk halus berwarna hitam. Gas diubah dalam mesin sentrifugal.

Fuel pellets kemudian mengubah bubuk menjadi bentuk pelet keramik hitam, yang dapat dipakai untuk reaktor nuklir.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Bisnis | Football |