Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian serius bagi dunia usaha. Kondisi ini dinilai dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga penguatan dolar AS di pasar internasional.
Ia menjelaskan, stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting bagi pelaku usaha dalam merencanakan investasi, mengelola biaya produksi, serta menjalankan aktivitas perdagangan internasional.
"Dunia usaha tentu mencermati dengan serius pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.000 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi dunia, penguatan dolar AS akibat kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional,” ujar Anggawira kepada Liputan6.com, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, pelemahan rupiah juga membawa konsekuensi langsung bagi sejumlah sektor usaha, terutama yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku, energi, maupun barang modal. Kenaikan harga bahan baku impor berpotensi mendorong peningkatan biaya produksi di berbagai sektor, seperti manufaktur, makanan dan minuman, elektronik, hingga energi.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dapat memicu tekanan inflasi domestik apabila kenaikan harga barang impor merambat ke harga barang di dalam negeri.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi perekonomian. Anggawira menyebut, pelemahan rupiah juga dapat memberikan peluang bagi sektor berbasis ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.
"Untuk sektor ekspor, terutama komoditas seperti batu bara, CPO, produk mineral, dan beberapa sektor manufaktur berorientasi ekspor, pelemahan rupiah justru dapat meningkatkan daya saing dan margin ekspor,” kata dia.
Usulan HIPMI
Ia menambahkan, kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bagi Indonesia untuk mempercepat agenda substitusi impor, hilirisasi industri, serta penguatan rantai pasok domestik agar dunia usaha tidak terlalu rentan terhadap gejolak nilai tukar global.
HIPMI juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil guna menjaga stabilitas rupiah, meningkatkan cadangan devisa, serta memperkuat struktur industri nasional agar lebih tahan terhadap tekanan global.
USD IDR Tembus Rp 17.000, Rupiah Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia
Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini. Pergerakan USD IDR bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.000 seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk off) di pasar global.
Pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi di Jakarta, rupiah tercatat melemah 76 poin atau sekitar 0,45 persen menjadi Rp 17.001 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah lonjakan tajam harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan harga minyak mentah bagi perekonomian global.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).
Menurut Lukman, pergerakan USD IDR pada perdagangan hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.
Lonjakan harga minyak sendiri dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dilaporkan meluas sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Situasi ini membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Ancaman Inflasi Global
Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas.
Penunjukan figur yang dikenal dekat dengan kelompok garis keras tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa Iran kemungkinan tidak akan segera melunak dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Selain itu, eskalasi konflik juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran energi strategis di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Kondisi tersebut mendorong lonjakan tajam harga minyak global. Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak 20,81 persen menjadi 109,82 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak Brent naik 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.
Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Dampaknya, mata uang negara berkembang termasuk rupiah ikut tertekan sehingga mendorong penguatan pasangan USD IDR di pasar valuta asing.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4980632/original/088675900_1729925953-3c4be2dd-02e9-4dde-98e4-1b2a557f2b63.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525770/original/007448300_1773063268-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3596916/original/034110900_1633708611-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525528/original/090966500_1773044841-Menteri_Keuangan__Purbaya_Yudhi_Sadewa-9_Maret_2026-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395144/original/073615000_1761658261-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525572/original/068691400_1773045505-1000256166.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525603/original/093273900_1773046691-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4375846/original/057251800_1680074711-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525534/original/041336100_1773045124-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525571/original/007837000_1773045487-1000256159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408221/original/082117000_1762766205-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426486/original/057330700_1764306732-Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Bahlil_Lahadalia-28_november_2025a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1266054/original/031656800_1466064638-ist.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525073/original/064838000_1773030996-Perkuat_Satgas_Ramadan_dan_Idulfitri__Dewan_Komisaris_dan_Direksi_Pertamina_Tinjau_Langsung_Operasional_di_Medan_dan_Rokan-4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544916/original/073192300_1692571729-AP23232705384145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)