Program Gentengisasi Serap Produk UMKM Majalengka hingga Rp 3 Miliar

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Program gentengisasi yang mulai dijalankan pemerintah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan program tersebut berhasil menyerap produk UMKM dengan total komitmen transaksi sekitar Rp 3 miliar.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, sejumlah truk genteng dari sentra produksi Jatiwangi telah dikirim ke beberapa proyek pembangunan perumahan pada Rabu (11/3/2026) malam.

“Kita harus buat sesuatu yang real buat rakyat kita, dan UMKM kita harus dididik punya daya saing yang tinggi, dan saya yakin bisa,” kata Maruarar dikutip dari Antara, Kamis (12/3/2026).

Menurut dia, program gentengisasi merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto, agar pembangunan perumahan rakyat juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong penggunaan produk lokal UMKM sebagai material dalam pembangunan rumah rakyat di berbagai daerah.

Gunakan Produk Genteng Lokal Jatiwangi

Maruarar menjelaskan bahwa total pemesanan genteng dari sentra produksi Jatiwangi saat ini mencapai 24 truk.

Produk genteng tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai proyek pembangunan rumah rakyat, baik yang dilakukan pemerintah maupun oleh pengembang perumahan.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan genteng untuk pembangunan perumahan di Indonesia sangat besar, sehingga pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produknya.

Dengan kualitas yang baik, produk lokal diharapkan mampu bersaing dan menjadi pilihan utama dalam pembangunan perumahan nasional.

Menurut Maruarar, genteng dari Jatiwangi merupakan salah satu kearifan lokal Majalengka yang memiliki nilai sejarah dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

“Jangan ragukan soal kebutuhan, karena kebutuhannya banyak sekali. Tapi bagaimana kualitas kita supaya bisa unggul dan terpercaya,” tuturnya.

Perbaikan Rumah Warga Serap Genteng Lokal

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pemerintah daerah juga memiliki program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026.

Program tersebut menargetkan perbaikan sekitar 1.715 unit rumah milik warga.

Menurut Eman, program tersebut diperkirakan akan menyerap pembelian genteng dari pengusaha lokal dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyalurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk masyarakat Majalengka.

Melalui program tersebut, sekitar 900 rumah direncanakan akan diperbaiki pada 2026.

Program BSPS diperkirakan membutuhkan pasokan genteng lokal dengan nilai sekitar Rp 1 miliar, sehingga semakin membuka peluang bagi pelaku UMKM di daerah tersebut.

"Tahun 2026, kami akan melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni 1.715 unit,” kata Eman.

Read Entire Article
Bisnis | Football |