PM Australia Dievakuasi Gegara Ancaman Bom Jelang Pertunjukan China

14 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sempat dievakuasi pada Selasa (24/2) malam gegara ancaman bom jelang pertunjukan kelompok tari China, Shen Yun.

Shen Yun, merupakan kelompok gerakan spiritual Falun Gong, yang dijadwalkan membuka pertunjukan tari di Home of The Arts (HOTA), Gold Coast, Queensland pada Rabu malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, harian yang terkait Falun Gong melaporkan penyelenggara menerina pesan via email berisi ancaman bom di kediaman PM dan menuntut pertunjukan dibatalkan pada Selasa pagi.

"Sejumlah besar bahan peledak nitro-gliserin sudah diletakkan di sekitar kediaman Perdana Menteri Australia, yang terletak di Adelaide Avenue di daerah Deakin, Canberra, Australia," demikian pesan tersebut, dikutip ABC Australia.

Falun Gong merupakan disiplin spiritual dan metode kultivasi asal China. Kegiatan ini menggabungkan meditasi, latihan gerakan lembut, dan ajaran moral meningkatkan kesehatan.

Shen Yun akan menggelar pertunjukkan tersebut di sejumlah kota di Australia selama Maret.

"Jika Anda bersikeras melanjutkan pertunjukan, maka kediaman Perdana Menteri akan hancur berkeping-keping dan darah akan mengalir seperti sungai," lanjut pesan tersebut.

Lokasi pembukaan pertunjukan tari turut dievakuasi usai mereka menerima ancaman.

Shen Yun kemudian melaporkan ancaman ke Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) pada sore harinya. Salah satu petugas lalu meninjau HOTA dan tak menemukan barang mencurigakan.

"Pemeriksaan menyeluruh terhadap sebuah tempat perlindungan telah dilakukan dan tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan," demikian pernyataan AFP.

Saat ini, lanjut mereka, tak ada ancaman terhadap masyarakat atau keselamatan publik.

Polisi juga menyisir sekitar kediaman Albanese dan memastikan tak ada ancaman dalam bentuk apa pun.

Setelah ancaman bom dan sempat dievakuasi, Albanese mengatakan tak akan menganggap remeh hal-hal tersebut.

"Saya rasa ini cuma pengingat untuk memanfaatkan setiap kesempatan mengatakan kepada orang-orang 'turunkan suhunya'," kata Albanese.

Dia lalu berujar, "Kita tidak bisa menganggap remeh hal-hal ini."

(bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |