PM Anwar Beber Iran Izinkan Tanker Minyak Malaysia Lewat Selat Hormuz

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kapal tanker minyak negaranya diizinkan Iran melewati Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dan krisis energi global.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Kamis (26/3), ketika Anwar juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar, dikutip Al Jazeera.

Ia tidak merincikan jumlah kapal yang telah melintas. Jalur itu biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, sementara syarat izin pelayaran juga tidak dijelaskan.

Anwar mengatakan negaranya berada dalam posisi yang "jauh lebih baik" dibandingkan negara lain berkat kapasitas perusahaan minyak dan gas milik negara, Petronas.

Sebagai salah satu pemasok LNG terbesar di dunia, Malaysia merupakan eksportir energi bersih. Namun, negara itu masih mengimpor hampir 70 persen minyak mentahnya dari kawasan Teluk.

Anwar mengatakan pemerintahnya akan mengambil langkah penghematan bahan bakar, termasuk mengurangi kuota bulanan bensin bersubsidi dan menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi pegawai negeri.

"Pasokan pangan terdampak; harga-harga pasti akan naik. Begitu juga pupuk, serta tentu saja minyak dan gas," ujar Anwar.

"Karena itu ada langkah-langkah yang perlu kami ambil. Ada negara yang dampaknya jauh lebih parah dari kami, tetapi bukan berarti kami sepenuhnya terhindar," tambah dia.

Iran menyatakan selat itu tetap terbuka bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat atau Israel.

Namun, Teheran menegaskan haknya untuk mengendalikan jalur perairan itu dan mengakui bertanggung jawab atas setidaknya dua dari 20 serangan terhadap kapal komersial di kawasan itu.

Parlemen Iran tengah mendorong rancangan undang-undang untuk menerapkan sistem tarif di Selat Hormuz.

Langkah ini muncul di tengah laporan otoritas Iran meminta kapal membayar hingga US$2 juta (sekitar Rp34 miliar) untuk menjamin keamanan pelayaran mereka.

Perusahaan intelijen maritim Windward melaporkan sebanyak lima kapal melintasi selat melalui sistem identifikasi otomatis pada Rabu.

Sebelum perang berlangsung, rata-rata sekitar 120 kapal melintasi jalur perairan itu setiap hari, menurut data Windward.

(bac/rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |