Perjalanan Usaha Genteng Hena Gian Hermana di Majalengka, Bangkit Lewat KUR BRI

7 hours ago 11

Perjalanan usaha Gian mulai berubah ketika ia menjadi nasabahKredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau memberinya ruang untuk memperluas usaha.

Tambahan modal tersebut digunakan untuk membeli mesin cetak yang lebih modern serta memperbaiki tungku pembakaran agar lebih efisien. Dampaknya terasa signifikan. Kapasitas produksimeningkat, kualitas genteng lebih seragam, dan waktupengerjaan menjadi lebih cepat.

“BRI ini tentu menjadi mitra utama bagi para pelaku usahapabrik genteng, karena BRI memiliki fasilitas pinjaman bungarendah KUR bagi para pelaku usaha UMKM seperti kami,sehingga kami senantiasa bisa terus melakukan produksi genteng,” urainya.

Tak hanya soal pembiayaan, pendampingan dari BRI juga membantu Gian lebih tertib dalam mengelola keuangan usaha. Ia mulai memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat arus kas, hingga merencanakan pengembangan jangka panjang.

Karena pemberdayaan dari BRI ini, produksi pun semakinmeningkat sehingga kebutuhan tenaga kerja pun bertambah.Gian merekrut warga sekitar untuk membantu proses produksi,mulai dari pencetakan hingga pengangkutan. Usahanya kini menjadi salah satu sumber penghasilan bagi beberapa keluarga di lingkungannya.

Di tengah maraknya material atap modern seperti baja ringan dan genteng metal, Gian tetap optimistis. Menurutnya, genteng tanah liat memiliki pasar tersendiri, terutama bagi masyarakat yang mengutamakan ketahanan panas dan nilai estetika tradisional.

"Kami terus menjaga kualitas supaya pelanggan tetap percaya,"ujarnya.

Ke depan, Gian berencana memperluas jaringan pemasaran,tidak hanya mengandalkan pembeli lokal tetapi juga menyasar proyek-proyek perumahan skala lebih besar. Ia juga mulai mempertimbangkan inovasi desain agar produknya mampubersaing dengan model genteng yang lebih modern.

Oleh karena itu, Gian berharap BRI dan pemerintah dapat semakin memperkuat sinergi dalam memberikan dukungankepada para pelaku UMKM pabrik genteng, baik melalui aksespermodalan maupun kepastian permintaan pasar yang didukung oleh kebijakan yang berpihak.

“Dukungan tersebut penting agar usaha pabrik genteng tidaksekadar bertahan untuk memenuhi kebutuhan atap, tetapi juga tetap lestari sebagai bagian dari warisan leluhur, kekayaan budaya lokal, serta sumber penghidupan berkelanjutan bagi para pekerja,” katanya.

Program Gentengisasi Buka Harapan Baru

Dalam kesempatan tersebut, Gian juga menyinggung tentang program “Gentengisasi” yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo. Gian menyebut, Program Gentengnisasi ini bagaikan oase di tengah gurun yang telah lama dinantikan. Kehadirannya menjadi harapan besar agar genteng Jatiwangi kembali bangkit sebagai genteng nomor satu di Indonesia dan meraih kembali masa kejayaannya untuk kelima kalinya. Diharapkan pula, program inimampu mendorong peningkatan kesejahteraan sertamenghadirkan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagipara pemilik pabrik, tetapi juga bagi seluruh pekerja yang menggantungkan hidupnya pada industri ini.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menginisiasi program "gentengisasi", yakni penggantian atap rumah berbahan seng dengan genteng tanah liat. Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Sementara itu, sebagai bank dengan fokus pada UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI terus berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional, salah satunya melalui dukungan pembiayaan KUR Perumahan untuk program gentengisasi.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI mengambil peran strategis dalam memfasilitasi pembiayaanantara pengusaha genteng dan developer (pengembangperumahan). Dalam skemanya, BRI hadir setelah terdapat kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dan developer, sehingga pembiayaan dapat segera difasilitasi.

“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antarapengusaha genteng dan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya. Kebetulan kita sudah ada KUR Perumahan, bahan bangunan seperti ini merupakan bagian dari KUR Perumahan. Sebagai bank yang DNA-nya memang berpihak pada usaha kecil dan rakyat, sesuai dengan namanya Bank Rakyat Indonesia, kami siap menyediakan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan tersebut,” kata Hery.

Hery juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap KUR Perumahan, pembiayaan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong efek berganda, mulai dari aktivitasproduksi UMKM bahan bangunan, penguatan rantai pasok industri perumahan, serta membuka peluang lapangan kerja di berbagai daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal sekaligus memperkuat industri dalam negeri, khususnya industri genteng.

Read Entire Article
Bisnis | Football |