Mikel Arteta Ubah Luka Final Carabao Cup Jadi Bahan Bakar: Arsenal Belum Selesai Kejar Trofi!

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Mikel Arteta harus menelan kekalahan pahit setelah Arsenal dikalahkan Manchester City di Final Carabao Cup, Minggu (22/3/2026) malam WIB.

Laga di Stadion Wembley itu berakhir dramatis dan menyisakan kepedihan mendalam bagi skuad Meriam London.

Kekalahan ini sekaligus menggagalkan impian Arsenal merebut trofi yang telah mereka tunggu sejak 1993. Dua gol Nico O'Reilly menjadi eksekutor yang menghancurkan mimpi tersebut tepat sebelum jeda internasional tiba.

Rasa Sakit Menjadi Bahan Bakar

Sepanjang musim ini, Arsenal sejatinya tampil sangat konsisten. Kekalahan di Wembley hanyalah yang keempat dalam lima puluh laga terakhir mereka.

Namun beban mental akibat trofi yang kembali lepas tentu dirasakan oleh seluruh pemain maupun pendukung setia. Arteta pun mengakui betapa tingginya ekspektasi publik yang kali ini gagal dipenuhi.

"Sulit rasanya karena semua pemain dan suporter sangat menginginkan trofi ini hari ini," ungkap Arteta.

"Kenyataan bahwa kami gagal mewujudkannya terasa sangat amat menyakitkan," tambahnya dengan nada kecewa.

Meski begitu, Arteta menolak membiarkan pasukannya tenggelam dalam duka berkepanjangan. Masih ada dua front kompetisi yang sama pentingnya untuk diperjuangkan, yakni Premier League dan Liga Champions.

"Kami akan membawa perasaan hancur ini selama jeda internasional," ujar manajer asal Spanyol tersebut.

"Namun, kami akan mengubah rasa sakit itu menjadi bahan bakar untuk dua bulan ke depan," tegasnya.

Momentum Krusial yang Hilang di Wembley

Arsenal sebenarnya tampil dominan di babak pertama dengan menciptakan sejumlah peluang emas. Sayangnya, ketajaman Kai Havertz dan Bukayo Saka berhasil dipadamkan oleh penampilan heroik kiper James Trafford.

"Pada babak pertama, saya pikir kami tampil sebagai tim yang jauh lebih baik," jelas Arteta.

"Kami mendapat dua peluang terbaik untuk mengunci momentum yang sangat dibutuhkan dalam sebuah final," lanjutnya.

Babak kedua menjadi bab yang berbeda sepenuhnya. Manchester City berhasil mengeksploitasi celah pertahanan Arsenal lewat transisi cepat yang mematikan.

"Tanpa melepaskan satu pun tembakan sebelumnya, mereka mencetak gol pertama yang sangat janggal," keluh pelatih berusia 41 tahun itu.

"Lalu dari tembakan kedua mereka sepanjang laga, tercipta gol tambahan yang membuat situasi menjadi sangat berat," rincinya.

Veda Ega Pratama Kebanjiran Bonus Usai Cetak Sejarah di Moto3 Brasil, Dapat Mobil hingga Uang

Read Entire Article
Bisnis | Football |