Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali kehilangan poin penting saat bertandang ke markas Bournemouth pada pekan ke-31 Liga Inggris 2025/2026. Bermain di Vitality Stadium, Sabtu (21/03/2026), Setan Merah hanya mampu membawa pulang hasil imbang 2-2.
Laga ini berjalan alot di babak pertama dan berlangsung sangat seru di babak kedua. Man United sendiri akhirnya gagal menang setelah wasit mengganjar Harry Maguire dengan kartu merah langsung di babak kedua, usai melanggar Evanilson.
Hasil tersebut tentu membuat kubu MU kecewa, terutama karena mereka sempat berada dalam posisi unggul. Namun, beberapa keputusan krusial di lapangan ikut memengaruhi jalannya pertandingan.
Salah satu sosok yang paling vokal bersuara setelah laga adalah Bruno Fernandes. Kapten MU itu tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap hasil akhir dan kinerja wasit.
Gagal Menang, Bruno Fernandes Soroti Performa MU
Bruno Fernandes mengakui bahwa Manchester United sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan. Ia menilai timnya sudah melakukan cukup banyak hal untuk mengamankan tiga poin.
Namun, ketidakmampuan menjaga keunggulan menjadi masalah utama. MU sempat unggul, tetapi gagal mempertahankan momentum hingga peluit akhir dibunyikan.
"Kecewa karena kami sudah melakukan cukup untuk mendapatkan tiga poin. Harus menyelesaikan pertandingan dengan banyak kesulitan dan berusaha untuk tidak kebobolan," tuturnya, dilansir oleh Goal. "Frustrasi pada diri kami sendiri karena kami bisa saja unggul 2-0 dan dari situ kami kebobolan gol lagi," sambungnya dengan nada kesal.
Kontroversi Wasit Bikin Kapten MU Murka
Selain performa tim, Bruno Fernandes juga menyoroti keputusan wasit yang dianggap tidak konsisten. Ia merasa ada perlakuan berbeda dalam situasi yang serupa di dalam kotak penalti.
Menurutnya, momen-momen krusial tersebut sangat memengaruhi hasil akhir pertandingan. Terutama ketika MU tidak mendapatkan penalti dalam situasi yang dianggap jelas, contohnya saat Amad Diallo dilanggar Adrien Truffert.
Kekecewaan itu semakin besar karena Bournemouth justru mendapatkan penalti dalam kondisi yang mirip yakni kala Harry Maguire menjatuhkan Evanlson. Hal ini memicu pertanyaan besar terkait konsistensi pengambilan keputusan.
“Tidak mendapatkan penalti dan kemudian kami mendapatkan penalti di mana situasinya sama seperti Amad - satu penalti, satu bukan. Saya tahu sulit bagi wasit untuk memberikan dua penalti kepada tim yang sama dalam satu pertandingan tetapi saya tidak mengerti mengapa VAR tidak terlibat dalam situasi itu atau dengan Harry [Maguire] karena salah satunya adalah penalti dan yang lainnya juga, atau tidak ada penalti sama sekali," ujarnya kesal.
Salah satu momen yang paling diperdebatkan adalah ketika Amad Diallo dijatuhkan Truffert di dalam kotak penalti. Fernandes yakin insiden tersebut seharusnya berbuah penalti untuk Manchester United. Ia menilai dorongan yang diterima Amad jelas memengaruhi keseimbangannya saat hendak menembak. Namun, wasit memilih untuk membiarkan permainan tetap berjalan. Bagi Fernandes, keputusan itu sangat merugikan timnya. Ia juga menyinggung bagaimana pemain bertubuh kecil sering kali tidak mendapatkan perlindungan yang layak dari wasit. "Amad sampai pada titik di mana ia akan menembak dan ia didorong - Anda dapat melihat bahwa sesuatu membuatnya benar-benar kehilangan keseimbangan. Ini membuat frustrasi para pemain kecil karena mereka selalu mengatakan pemain kecil itu lemah dan ketika itu pemain yang lebih besar, mereka akhirnya melakukan pelanggaran. Saya rasa situasi lainnya juga layak mendapat penalti, tetapi saya juga berpikir pelanggaran terhadap Amad itu juga layak mendapat penalti dan itu bisa saja mengubah jalannya pertandingan," klaim Fernandes. (Goal)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367257/original/001096200_1759302426-Fabio_Di_Giannantonio_Ketika_Berada_di_dalam_Bajaj_Menyusuri_Jalanan_Jakarta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4305521/original/053144100_1674863620-AP23027723028490.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5126607/original/094909100_1739089925-000_36XE9KV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534646/original/023883500_1773873166-salah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346620/original/094083200_1757644058-000_38EF6HV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4948709/original/018853800_1726813542-AP24263755650999.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4688080/original/066206800_1702682829-AP23349740203764.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483314/original/065158900_1769373256-AP26025609548736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5098133/original/085878600_1737121369-Joshua_Zirkzee.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364238/original/004503200_1759049161-AP25270523740394.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299138/original/043044900_1753782769-alisson.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535582/original/019174000_1774061745-Veda_Ega_Pratama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526255/original/056299800_1773115830-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478714/original/059102600_1768914932-000_9PK9KD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534603/original/008003100_1773862969-AP26077695347153.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535494/original/031608900_1774039190-WhatsApp_Image_2026-03-20_at_20.54.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471154/original/029606400_1768278779-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533288/original/069321200_1773730502-000_A3HY9DY.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439432/original/079646600_1765357239-IMG_0218.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425002/original/013314700_1764201159-AP25330803907927.jpg)