Liverpool Tumbang di Brighton, Peter Crouch Tolak Dalih Kelelahan Arne Slot

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan yang dialami Liverpool saat menghadapi Brighton, Sabtu (21/3/2026) malam WIB kembali memicu perdebatan soal performa The Reds musim ini.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, menyebut padatnya jadwal pertandingan sebagai salah satu penyebab timnya tampil kurang maksimal. Namun alasan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh mantan penyerang Liverpool, Peter Crouch.

Slot menilai jadwal yang padat serta badai cedera membuat para pemainnya kelelahan. Dalam sepekan terakhir, Liverpool memang harus menghadapi sejumlah masalah di lini serang.

Beberapa pemain kunci absen dalam laga melawan Brighton. Mohamed Salah tidak dapat tampil, sementara Hugo Ekitike harus ditarik keluar hanya delapan menit setelah pertandingan dimulai. Di sisi lain, Alexander Isak juga masih belum kembali memperkuat tim.

Kondisi tersebut membuat kekuatan lini depan Liverpool berkurang signifikan.

Slot menjelaskan bahwa ia kerap memainkan pemain yang sama karena keterbatasan skuad serta masalah cedera yang terus menghantui timnya sepanjang musim.

“Ada banyak pemain kami yang masuk dalam 10 besar pemain dengan menit bermain terbanyak. Saya sering harus memainkan pemain yang sama karena model transfer yang kami miliki dan karena cedera yang kami alami. Kami tidak memiliki skuad yang besar,” ujar Slot dalam wawancara dengan TNT Sports.

Crouch: Jadwal Padat Bukan Alasan

Namun pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Peter Crouch. Mantan striker yang pernah membela Liverpool itu menilai jadwal padat seharusnya bukan alasan bagi klub sebesar The Reds.

Menurutnya, Liverpool sudah terbiasa bermain dalam dua pertandingan setiap pekan, terutama ketika berkompetisi di Liga Champions.

“Mereka kembali kalah dalam duel lari hari ini. Apakah itu bisa dibenarkan hanya karena mereka bermain di Liga Champions? Menurut saya tidak,” kata Crouch dalam siaran yang sama.

Crouch menegaskan bahwa klub dengan sejarah panjang di kompetisi Eropa seperti Liverpool sudah semestinya siap menghadapi jadwal yang padat sepanjang musim.

“Tim seperti Liverpool memang harus memainkan dua pertandingan setiap pekan. Itu memang sulit, apalagi jika ada cedera pemain. Tapi itulah mengapa sebuah tim memiliki skuad,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa situasi seperti bermain di tengah pekan lalu kembali bertanding pada akhir pekan bukanlah hal baru bagi klub-klub besar.

Performa Liverpool Mulai Dipertanyakan

Kritik Crouch mencerminkan kekhawatiran yang mulai muncul di kalangan pengamat maupun pendukung Liverpool. Cedera memang menjadi bagian dari sepak bola, namun hal itu dinilai tidak sepenuhnya dapat menjelaskan performa tim yang kurang konsisten musim ini.

Selain masalah kebugaran pemain, performa individu maupun kolektif Liverpool juga dianggap belum memenuhi ekspektasi.

Hingga saat ini, hasil yang diraih The Reds belum menunjukkan peningkatan signifikan. Jika situasi tersebut terus berlanjut, ada kemungkinan Liverpool harus puas hanya tampil di Liga Europa musim depan.

Bagi klub dengan reputasi sebesar Liverpool, skenario tersebut tentu dianggap jauh dari target yang diharapkan, terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi sepanjang musim.

Sumber: TNT Sports

Juventus vs Sassuolo: Jay Idzes cs Sukses Tahan Imbang Bianconeri

Read Entire Article
Bisnis | Football |