Lawan Juventus di Play-off Liga Champions: Galatasaray yang Punya Victor Osimhen

4 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Juventus dihadapkan pada tantangan besar di Eropa. Pada babak play-off Liga Champions 2025/2026, Bianconeri akan bertemu Galatasaray, klub raksasa Turki yang dikenal tangguh saat bermain di kandang sendiri.

Undian ini langsung memantik perhatian, bukan hanya karena atmosfer Istanbul yang terkenal angker, tetapi juga karena kualitas skuad Galatasaray yang dipenuhi pemain-pemain papan atas Eropa.

Salah satu nama yang paling disorot tentu Victor Osimhen. Striker asal Nigeria itu kini menjadi tumpuan Galatasaray dan berpotensi menjadi pembeda dalam duel dua leg melawan Juventus.

Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, menegaskan bahwa laga ini sama sekali tidak mudah. Ia menekankan pentingnya kesiapan taktik, mental, dan detail kecil dalam upaya Juventus melangkah ke babak 16 Besar Liga Champions.

Galatasaray dan Ancaman Osimhen

Juventus akan memulai duel melawan Galatasaray dengan kesadaran penuh akan kualitas lawan. Klub asal Turki itu bukan hanya mengandalkan atmosfer kandang, tetapi juga memiliki komposisi pemain yang komplet di setiap lini.

“Mereka adalah tim yang kuat dengan pemain-pemain hebat. Kami akan memainkan leg kedua di kandang, jadi tidak akan berakhir di Istanbul, tetapi kami harus bermain bagus di stadion itu untuk memainkan permainan kami," ucap kata Chiellini kepada Sky Sport Italia.

Chiellini menekankan bahwa kunci laga ada pada kemampuan Juventus mengeksploitasi celah lawan. Osimhen yang menjadi simbol kekuatan Galatasaray juga harus mendapat pengawasan khusus dari pemain Juventus.

"Kita semua mengenal Osimhen, tetapi mereka juga kuat di lini lain," tegas Chiellini.

Kenangan Lama dan Fokus Juventus Saat Ini

Duel ini juga menghadirkan reuni menarik antara Victor Osimhen dan Luciano Spalletti. Keduanya pernah bekerja sama saat membawa Napoli menjuarai Serie A 2022/2023, sebelum kini bertemu sebagai lawan di Liga Champions.

Laga melawan Galatasaray juga membangkitkan memori pahit bagi Chiellini. Pada 2013, ia menjadi bagian dari Juventus yang tersingkir di fase grup Liga Champions setelah kalah di Istanbul dalam kondisi lapangan bersalju.

"Kami kalah di lapangan, dan saya bahkan melakukan kesalahan fatal, terlepas dari salju dan kondisi lapangan. Sekarang kami adalah dua tim yang berbeda," kata Chiellini.

Sumber: Football Italia

Chelsea vs West Ham United: Kembali Bidik Kemenangan Derbi

Read Entire Article
Bisnis | Football |