Kegagalan Italia di Playoff Piala Dunia 2026: Muncul Gosip Pemain Minta Bonus Sebelum Main

1 month ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Italia melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam. Skuad Azzurri terpaksa mengubur ambisi mereka untuk berlaga di Amerika Utara setelah tersingkir secara dramatis di babak final playoff.

Pertandingan penentuan tersebut berakhir menyakitkan bagi Italia yang harus mengakui keunggulan Bosnia dan Herzegovina melalui drama adu penalti. Hasil ini menjadi pukulan telak mengingat besarnya harapan publik terhadap tim nasional mereka di momen krusial tersebut.

Pasca kekalahan, sebuah isu miring mencuat ke permukaan terkait kondisi internal tim. Beberapa laporan mengeklaim bahwa para pemain sempat menuntut bonus dalam jumlah besar menjelang laga hidup-mati tersebut, yang seketika memicu perdebatan panas di tengah masyarakat.

Namun, seiring berkembangnya informasi, fakta yang sebenarnya mulai terungkap. Federasi memang telah menyiapkan bentuk apresiasi jika Italia berhasil lolos, tetapi bentuknya sangat berbeda dari rumor uang tunai yang beredar luas.

Isu Tuntutan Bonus Tunai Timnas Italia

Media La Repubblica sempat mempublikasikan klaim mengenai adanya permintaan bonus kolektif dari para pemain dengan nilai total mencapai 300 ribu Euro. Jika dikalkulasikan, setiap pemain diperkirakan akan menerima sekitar 10 ribu Euro.

Angka tersebut menjadi sorotan tajam karena dikaitkan dengan fokus pemain menjelang pertandingan penting. Dalam laporan yang sama, pelatih Gennaro Gattuso dikabarkan harus turun tangan untuk meredam situasi agar gangguan di luar lapangan tidak memengaruhi performa tim.

Akan tetapi, narasi tersebut segera diluruskan oleh La Gazzetta dello Sport. Media olahraga terkemuka ini menyatakan bahwa tidak pernah ada permintaan resmi dari pihak pemain terkait bonus berupa uang tunai. Dengan demikian, spekulasi yang berkembang sebelumnya dinilai tidak akurat.

Hadiah Spesial dari FIGC untuk Skuad Azzurri

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memang telah merancang skema apresiasi bagi para pemain. Namun, pendekatannya tidak menggunakan uang tunai sebagai imbalan utama.

Pihak federasi menilai bahwa bonus finansial tidak lagi relevan bagi para pemain nasional yang sudah memiliki penghasilan tinggi di klub masing-masing. Oleh karena itu, FIGC lebih mempertimbangkan pemberian hadiah yang memiliki nilai simbolis dan kenang-kenangan.

Salah satu rencana yang sempat disusun adalah pemberian jam tangan mewah bagi setiap anggota skuad jika berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia. Sayangnya, rencana pemberian hadiah tersebut tidak pernah terwujud karena hasil negatif di lapangan secara otomatis membatalkan seluruh skenario tersebut.

Atletico Madrid Murka dengan Insiden VAR di Laga Kontra Barcelona: Memalukan!

Read Entire Article
Bisnis | Football |