Ini Pengalaman Perang Mojtaba Khamenei, Sempat Terluka Bela Iran

8 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khemenei, telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Mojtaba naik ke tampuk kekuasaan setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan sang ayah.

Korps Garda Republik Islam Iran (IRGC) memberikan dukungan total pada Mojtaba. Bahkan sejumlah pemimpin Iran seperti Mohammed Bagher Qalibaf dan Ali Larijani, bersumpah setia kepada sang pemimpin tertinggi baru Iran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyambut gembira terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Pezeshkian menyebutkan bahwa terpilihnya Pezeshkian menandai "martabat dan kekuatan baru" Iran di tengah agresi Amerika Serikat dan Israel di negara tersebut.

Meski jarang tampil di depan publik, tapi Mojtaba punya cukup pengalaman dalam bidang militer. Sejumlah media barat menuliskan bahwa selama perang Iran-Irak (1980-1998) dia ikut maju ke medan perang.

Laman euronews.com menulis, Mojtaba ikut perang dalam usia remaja tergabung dalam Habib ibn Mazaher Batalion. Batalion Habib adalah satu unit di bawah IRGC yang punya tentara para anak muda militan dengan ideologi keras.

Dalam perang dua negara tetangga itu, Mojtaba dikabarkan sempat terluka.

Para "alumni" batalion ini kemudian dikenal memiliki kekuatan di pemerintahan seperti Qasem Soleimani, Hossein Hamedani, dan Ahmad Kazemi, yang dikenal sebagai figure penting di wilayah militer Iran.

Para analis menyebut, meski Mojtaba tidak lama bergabung ke dalam divisi ini, namun hubungan yang erat dengan pasukan elite itu, membuatnya dipercaya dan punya koneksi dengan sejumlah petinggi militer.

Terpilihnya pemimpin tertinggi Iran itu, tidak membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump senang. Ia irit bicara merespons Mojtaba Khamenei yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. "Kita akan lihat nanti," ujar Trump ketika ditanya soal terpilihnya Mojtaba Khamenei tulis Al Jazeera, Senin (9/3).

Sementara itu, Middle East Eye melaporkan bahwa Trump 'tidak senang' dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei. Sebagian laporan menyebut Trump menganggap pemilihan Mojtaba 'tidak bisa diterima'.

(imf/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |