Inggris Pastikan Drone Serang Pangkalan AU di Siprus Bukan dari Iran

10 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris memastikan drone-drone yang ditembakan di Pangkalan Udara milik mereka di Akrotiri, Siprus bukan berasal dari Iran.

Selama ini serangan kerap dituduhkan ke Iran sebagai bagian balasan Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Iran menyerang pangkalan militer milik dan kedutaan besar AS di sejumlah negara di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kemhan Inggris melalui akun resmi di X. Ada beberapa poin yang disampaikan kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, mereka memyatakan bahwa jet-jet tempur mereka melanjutkan operasi pertahanan di Timur Tengah ditambah dengan pesawat pemasok bahan bakar untuk mendukung sekutu mereka.

Dalam pernyataan keduanya, Inggris menyatakan soal drone yang menyerang pangkalan militer mereka di Siprus ini bukan ditembakkan dari Iran. Bahkan mereka menggunakan istilah 'drone mirip Shahed'.

"Kementerian Pertahanan dapat memastikan bahwa drone yang mirip jenis Shahed yang menargetkan AU Inggris di Akrotiri, Siprus, pada tengah malam 2 Maret tidak diluncurkan dari Iran," demikian pernyataan tersebut.

[Gambas:Twitter]

Pernyataan ini sekaligus membantah sejumlah klaim yang selama ini menuding bahwa drone-drone yang menyerang pangkalan AU Akrotiri tersebut diluncurkan dari Iran.

Kemhan Inggris kemudian menyatakan dalam 24 jam terakhir telah menyuplai kembali sistem pertahanan udara ke pangkalan Inggris dan sekutu di Timur Tengah, termasuk rudal pertahanan udara Inggris.

Inggris juga akan mengerahkan helikopter Angkatan Laut Wildcat yang dipersenjatai rudal Martlet. Rudal tersebut mampu menangkis ancaman dari udara.

Mengutip dari Express, Kemhan Inggris sejauh ini belum mengonfirmasi lebih detail mengenal lokasi asal drone tersebut diluncurkan.

Akrotiri, yang terletak di barat daya kota pesisir Limassol, adalah satu dari dua pangkalan yang tetap dipertahankan Inggris di bekas koloninya sejak kemerdekaan pada 1960. Selain fasilitas militer, kawasan itu juga menjadi tempat tinggal keluarga personel yang bertugas.

Otoritas pangkalan mengimbau warga yang tinggal di sekitar Akrotiri untuk tetap berlindung di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Mereka kemudian menyatakan bahwa personel akan dipindahkan, sementara fasilitas Inggris lainnya tetap beroperasi normal.

Akrotiri, yang berada di semenanjung berbentuk persegi di ujung selatan Siprus, sebelumnya digunakan untuk operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman.

Inggris sebelumnya menolak pangkalan militer mereka dipakai AS untuk memerangi Iran. Belakangan pernyataan mereka berbalik dan menyatakan akan mendukung sekutu mereka itu.

(tim/sur)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |