Inalum Kantongi Peringkat Investment Grade, Fokus Pengembangan Hilirisasi Aluminium

1 hour ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook stabil dari S&P Global Ratings.  Peringkat tersebut menempatkan Inalum pada posisi investment-grade di tingkat internasional.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita mengatakan, apa yang telah dicapai saat ini, menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi Inalum untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat,” ujar Melati di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dia menuturkan, dengan dukungan MIND ID, perusahaan akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasional serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.

Ke depan, Inalum akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional. Melalui pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi, perusahaan berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.

Dalam laporannya yang diterbitkan pada tanggal 7 September 2026, S&P Global Ratings menilai posisi Inalum dalam Grup MIND ID dan kuatnya dukungan Pemerintah melalui MIND ID terhadap Inalum.

S&P Global Ratings juga memandang Inalum memiliki peran penting sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.

Keterkaitan yang erat dengan MIND ID, baik secara strategis maupun finansial, turut memperkuat profil kredit Inalum dan mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis serta investasi perusahaan. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas Inalum, serta konsistennya dukungan MIND ID dalam menopang peran Inalum bagi pengembangan industri aluminium nasional.

Dalam penilaiannya, S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional Inalum yang kompetitif. Perusahaan tercatat mampu beroperasi pada kuartal pertama kurva biaya global, dibandingkan rata-rata industri pada tahun 2026.

Efisiensi tersebut didukung pasokan sumber energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Keunggulan biaya ini dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit Inalum sekaligus memberikan daya tahan bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

S&P Global Ratings juga menyoroti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air yang membuat smelter Inalum yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi Inalum.

Saat ini Inalum mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Inalum berhasil mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina. BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Read Entire Article
Bisnis | Football |