IKN Kantongi Hibah Rp 41,7 Miliar dari AS untuk Kembangkan Smart City

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk asistensi teknis solusi Smart City. Kerja sama ini diklaim jadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pada cetak biru Smart City IKN yang terintegrasi, siap investasi, dan implementatif.

Proyek yang bernilai USD 2,49 juta atau setara Rp 41,7 miliar (estimasi kurs Rp 16.750 per dolar AS) ini didukung melalui hibah dari US Trade and Development Agency (USTDA), lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi.

Asistensi teknis ini akan menghasilkan dokumen strategis dan teknis yang meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan.

"Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Kamis (26/2/2026).

Proyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri dari Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia (Partner Google Cloud Platform).

Cognitive City

Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, membagikan visi jangka panjangnya mengenai pengembangan kota kognitif.

"Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif," ungkapnya.

Menurut dia, Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik.

"Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini," ujar Subhranshu.

Kesepakatan dengan 3 Investor Lokal

Sebelumnya, Otorita IKN juga telah menandatangani tiga perjanjian kerja sama (PKS) dengan tiga investor lokal, yakni PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi.

Kerja sama ini mencakup pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik, mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di wilayah pengembangan 1A dan 1C.

Seluruh proyek ini dirancang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari penghuni kawasan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang berada di Kawasan IKN Nusantara.

Kantongi Komitmen Investasi Rp 72 Triliun

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan, perkembangan investasi di Nusantara terus menunjukkan tren positif. Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 57 perusahaan telah berkomitmen berinvestasi dengan nilai mencapai sekitar Rp 72 triliun.

"Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp 72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres Nomor 79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden," ujarnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |