Federico Dimarco Cetak Sejarah di Serie A: Pemain Rendah Hati yang Jago Assist!

1 month ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Federico Dimarco tampil luar biasa ketika Inter Milan menghancurkan Sassuolo dengan skor 5-0, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Bek sayap Timnas Italia itu mencatatkan hat-trick assist yang memukau publik di Mapei Stadium.

Penampilan gemilang tersebut mengantarkan Dimarco menorehkan rekor baru di level tertinggi Liga Italia. Meski demikian, ia merespons gelombang pujian dengan sikap yang sangat tenang.

Statistik menunjukkan Dimarco menjadi salah satu bek paling berbahaya di Eropa musim ini. Namun, ia menolak anggapan sebagai pemain terbaik dunia di posisinya.

Lulusan akademi Inter itu memilih menempatkan kepentingan tim di atas pengakuan personal. Baginya, pujian dalam sepak bola bersifat sementara dan bisa berubah dengan cepat.

Rekor Bersejarah Serie A

Inter meraih kemenangan telak berkat gol Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique. Tiga dari gol tersebut lahir dari kreasi Dimarco.

Tambahan tiga assist membuat koleksi assist Dimarco menjadi 11 musim ini. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya, karena belum ada bek Serie A yang menorehkan lebih dari delapan assist setelah 24 pertandingan.

Kendati mencetak rekor langka, Dimarco tetap menjaga sikapnya. Ia menyadari sanjungan bisa berubah menjadi kritik dalam waktu singkat.

“Saya tidak merasa seperti apa pun,” ujar Dimarco kepada DAZN usai laga.

“Ketika Anda bermain bagus, Anda disebut fenomena. Jika tidak, Anda dianggap buruk. Begitulah sepak bola,” lanjutnya.

Fokus Scudetto, Bukan Angka

Musim ini menjadi ajang pembuktian Dimarco sebagai bek sayap modern dengan kontribusi signifikan. Angka assist dan perannya bersama Nerazzurri meningkat tajam dibanding musim-musim sebelumnya.

Meski begitu, pemain berkaki kiri ini menilai statistik individu hanyalah catatan di atas kertas. Target utamanya tetap membawa Inter meraih gelar di akhir musim.

“Saya pernah melalui momen penting sebelumnya, dan ini mungkin yang paling menentukan dari sisi angka,” katanya kepada Sky.

“Namun yang terpenting adalah tim dan berada di puncak klasemen hingga bulan Mei,” tegas Dimarco menutup pernyataannya.

Kobbie Mainoo Mencuri Perhatian, tapi Potensinya Belum Maksimal!

Read Entire Article
Bisnis | Football |