Calon Lawan Real Madrid di Play-off Liga Champions: Harus Siap Bertemu Benfica Lagi!

5 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Fase liga Liga Champions 2025/2026 resmi berakhir dengan sejumlah kejutan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kegagalan Real Madrid mengamankan tiket otomatis ke babak 16 Besar.

Los Blancos harus menerima kenyataan finis di posisi ke-9 klasemen akhir. Posisi tersebut memaksa mereka melewati jalur play-off yang penuh risiko, meski menyandang status unggulan.

Kepastian itu datang setelah kekalahan Real Madrid dari Benfica di Lisbon pada laga terakhir fase liga. Hasil tersebut membuat peluang menghindari play-off sirna di saat-saat krusial.

Kini, perhatian publik tertuju pada undian Jumat mendatang. Real Madrid berpeluang menghadapi lawan yang tidak asing, bahkan bisa kembali bertemu Benfica dalam duel hidup-mati menuju 16 Besar.

Real Madrid dan Bayang-Bayang Benfica-nya Mourinho

Sebagai tim peringkat ke-9, Real Madrid akan diundi melawan salah satu tim yang finis di posisi ke-23 atau ke-24. Dua nama yang mungkin muncul adalah Bodo/Glimt dan Benfica.

Benfica jelas menjadi opsi yang paling menyedot perhatian. Kekalahan Real Madrid di Lisbon dengan skor 2-4 masih segar dalam ingatan, dan potensi reuni ini menghadirkan tekanan tersendiri bagi tim Carlo Ancelotti.

Kehadiran Jose Mourinho di kursi pelatih Benfica menambah lapisan cerita. Pengalaman, pragmatisme, dan kemampuan membaca laga besar menjadikan Benfica lawan yang sangat berbahaya di format dua leg.

Bodo/Glimt, di sisi lain, menawarkan ancaman berbeda. Intensitas tinggi dan keberanian bermain terbuka membuat tim Norwegia itu tidak bisa diremehkan, terlebih setelah hasil-hasil mengejutkan mereka di fase liga.

Play-off sebagai Alarm Serius bagi Los Blancos

Bagi Real Madrid, jalur play-off sejatinya adalah skenario yang ingin dihindari. Jadwal padat dan risiko tersingkir lebih awal menjadi ancaman nyata bagi ambisi mereka di Eropa.

Status unggulan memang memberi keuntungan di atas kertas, tetapi performa fase liga menunjukkan bahwa Real Madrid belum sepenuhnya stabil. Kekalahan dari Benfica menjadi bukti bahwa margin kesalahan kini sangat tipis.

Format dua leg menuntut konsistensi, bukan sekadar kualitas individu. Real Madrid harus tampil efisien, terutama di laga tandang, agar tidak kembali terjebak dalam tekanan leg kedua.

AC Milan Intip Peluang Daratkan Bek Milik Klub Top Inggris Ini?

Read Entire Article
Bisnis | Football |