BRI Super League: PSIM Usung Misi Happy Ending di Kandang Saat Menjamu Madura United

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta bertekad menutup laga kandang terakhir musim ini dengan hasil manis saat menjamu Madura United FC. Duel pekan ke-33 BRI Super League 2025/26 itu akan digelar di Stadion Sultan Agung, Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB.

Laskar Mataram datang dengan modal positif setelah kembali ke jalur kemenangan pada pekan sebelumnya. Kemenangan 2-0 atas Malut United FC menjadi suntikan moral penting menjelang laga penutup kandang musim ini.

Namun, PSIM dipastikan menghadapi tantangan berat karena Madura United tengah berada dalam tekanan besar. Laskar Sape Kerrap membutuhkan kemenangan demi mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi musim depan.

Saat ini Madura United berada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 32 poin. Posisi tersebut belum aman karena Persis Solo terus membayangi dengan 31 poin setelah menang 1-0 atas Dewa United FC pada Sabtu (16/5) malam.

PSIM Fokus Tutup Musim Kandang dengan Kemenangan

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, menegaskan timnya tetap memburu kemenangan meski lawan datang dengan motivasi tinggi. Ia ingin anak asuhnya menjaga momentum positif di hadapan pendukung sendiri.

“Saya tentu ingin memenangkan laga lawan Madura United besok. Namun memang hasil laga hari ini (Persis lawan Dewa United) sangat mempengaruhi Madura United di laga besok,” kata Jean Paul Van Gastel.

Van Gastel memahami tekanan yang kini berada di kubu Madura United. Menurutnya, situasi klasemen membuat lawan dipastikan tampil habis-habisan demi menghindari ancaman degradasi.

"Mereka pasti akan main all out karena butuh menang untuk menjaga jarak dengan Persis Solo," ucap pelatih asal Belanda tersebut.

Madura United Dinilai Berbahaya Lewat Skema Low Block

Jean Paul van Gastel mengakui Madura United bukan lawan yang mudah dihadapi pada fase akhir musim ini. Ia menilai tim asal Pulau Garam tersebut mengalami peningkatan performa yang cukup signifikan pada putaran kedua.

Pelatih asal Belanda itu secara khusus menyoroti efektivitas permainan Madura United dalam bertahan dan melakukan transisi serangan. Pendekatan taktik tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama mereka belakangan ini.

“Di kompetisi Liga Indonesia tidak ada pertandingan yang mudah karena setiap tim sangat kompetitif," kata Van Gastel.

"Madura United juga mengoleksi banyak poin di akhir musim ini dengan bermain low block dan transisinya. Tentu saja akan sangat sulit menghadapi tim yang bermain seperti itu di level mana pun,” pungkasnya.

Sumber: I.League

BRI Super League: Persijap Siapkan Perlawanan Serius untuk Mimpi Juara Borneo FC

Read Entire Article
Bisnis | Football |